• Rabu, 1 Desember 2021

Solusi Islam dalam Mengatasi Krisis Air dan Sanitasi

- Senin, 11 Oktober 2021 | 18:25 WIB
Air/Istimewa
Air/Istimewa

Oleh : Tawati (Muslimah Revowriter Majalengka)

Saat ini Indonesia mengalami krisis air. Diketahui, tingkat ketersediaan air di Indonesia terendah di Asia Tenggara. Jika dibandingkan dengan negara tetangga lainnya seperti Malaysia, Filipina, Singapura, bahkan Vietnam sekalipun, stok ketersediaan air Indonesia masih jauh di bawah rata-rata.

Begitu pun ketersediaan air di Jawa Barat. Dilansir laman jabarprov.go.id (29/9), Pemda Provinsi Jabar sudah lima tahun berkolaborasi dengan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), penyedia layanan dan mitra swasta, dalam meningkatkan akses air minum dan sanitasi aman bagi masyarakat perkotaan yang rentan.

Program kolaborasi tersebut bernama "Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (IUWASH PLUS)."

Baca Juga: TI 10 Main Event, T1 Berhasil Masuk dalam Upper Bracket

Jika melihat pada realitas krisis air, krisis air bersih disebabkan kombinasi dari tiga faktor yaitu pertumbuhan populasi dan perubahan demografi, urbanisasi, dan perubahan iklim. Karena itu, kondisi ini menuntut pengelolaan air yang efisien dan andal untuk memastikan keberlanjutan ketersediaan air bersih untuk seluruh masyarakat dan makhluk di bumi.

Untuk Indonesia sendiri, menurut pimpinan Indonesia Water Institute (IWI) Firdaus Ali, tercatat penyediaan air perpipaan di Indonesia hanya mampu melayani sebesar 21,8 persen dari total populasi masyarakat Indonesia sebanyak 270,2 juta jiwa. Angka tersebut masih sangat rendah dan menjadi tantangan bersama untuk menambah stok penyediaan air dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sebelum pandemi saja, kebutuhan air bersih belum bisa terpenuhi. Di tengah pandemi, masyarakat tentu membutuhkan air yang lebih banyak lagi. Terjadi peningkatan konsumsi air bersih secara signifikan untuk penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Baca Juga: Terapi Penyembuhan Luka Batin di Masa Lalu, Simak Tahapannya  

Halaman:

Editor: Buddy Wirawan

Tags

Terkini

X