• Jumat, 20 Mei 2022

Ciptakan Sarana dan Prasarana Nyaman, Proses Kegiatan Belajar Mengajar akan Berjalan Optimal dan Berkualitas

- Rabu, 1 Desember 2021 | 22:15 WIB
Kepala SMA Negeri 1 Batujajar, H. Muhammad Samsul Arifin, S.Pd.,M.Pd.                                (Foto: Gorajuara.com/Ahmad Fauzi Jaelani)
Kepala SMA Negeri 1 Batujajar, H. Muhammad Samsul Arifin, S.Pd.,M.Pd. (Foto: Gorajuara.com/Ahmad Fauzi Jaelani)

 

GORAJUARA - Ketika H. Muhammad Samsul Arifin, S.Pd.,M.Pd., pertama kali menginjakan kakinya di SMA Negeri 1 Batujajar sarana dan prasarana untuk guru dan tenaga kependidikan belum maksimal, terutama sarana untuk ruang guru.

Ruang guru waktu belum refresentatif, antara guru pria dan wanita itu terpisah, karena memang kondisinya belum memungkinkan untuk satu ruangan, karena sempit.

“Akhirnya saya bangun ruangan guru yang luas dan dibuat nyaman, sehingga semua guru bisa satu ruagan,” kata Samsul.

Baca Juga: DLH Kabupaten Bandung Lakukan Pengendalian Lingkungan Pada Sektor Industri

“Para guru juga bisa berdiskusi tentang mata pelajaran yang diampu masing-masing. Alhamdulillah, sudah refresentatif dan sekelas di hotel berbintang ,” lanjutnya.
 
Ditegaskan Samsul, jika ruangan sudah kondusif dan nyaman, maka guru akan bisa melaksanakan tupoksinya sebagai pendidik secara maksimal, dan diharapkan bisa melaksanakan proses  kegiatan belajar mengajar (KBM) akan optimal dan berkualitas.

Sebab, tambahnya,  salah satu misi dari SMA Negeri 1 Batujajar adalah menyelenggarakan KBM yang berkualitas. Sehingga sarana prasarana lainnya juga harus menjadi prioritas  utama.

Baca Juga: Melalui Program Guru Ngaji Dapat Membantu Meningkatkan Kesejahteraan 

“Alhamdulillah lab bahasa juga sekarang sudah bisa dioperasionalkan, bahkan cukup memadai, juga sudah multimedia yang dilengkapi perangkat computer yang canggih. Lab bahasa dalam kondisi siap untuk digunakan oleh siswa,” tegas Samsul.

Begitu juga dengan ruangan perpustakaan yang dulu lokasinya berada di lantai dua, kurang memadai dan  nyaman ketika sejumlah besar siswa berkunjung bersamaan.

“Kini perpustakaan sudah dipindahkan ke lantai bawah bersebelahan dengan masjid sekolah, dan kondisinya pun jauh lebih aman dan nyaman,” ujarnya.

Baca Juga: Pengakuan Jenderal Bintang Empat, Berdoa Selalu Pakai Bahasa Indonesia, KSAD Dudung: Tuhan Bukan Orang Arab

Selain memiliki perpustakaan yang representatif, menurut Samsul, tentu yang paling membanggakan karena perpustakaan SMA Negeri 1 Batujajar sudah terakreditasi dari Dinas Pusat Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Barat pada tahun 2020 dengan nilai B.

Ini sangat luar biasa, ungkap Samsul, karena untuk mencapai grade B, salah satu item parameternya koleksi buku minimal harus 2.500 di luar buku paket.

“Sedangkan di SMA itu kebanyakan buku paket pelajar. Sertifikatnya sudah kami terima,” ujarnya.

Baca Juga: Sifat Malu Ciri Khas Seorang Muslimah

Langkah ini merupakan ikhtiar yang dilakukan Samsul selama menjabat Kepala SMA Negeri 1 Batujajar selama 1 tahun setengah untuk memperbaiki sarana prasarana pendukung KBM.

Pasalnya, keberadaan perpustakaan merupakan salah satu pendukung yang sangat vital sekali, tidak mungkin tergantikan oleh gadget.

“Jadi perpustakaan itu tidak bisa tergantikan gadget, dan sekolah juga tidak akan pernah tergantikan dengan ruang guru atau rumah belajar,” ucap Samsul.

Baca Juga: Reuni 212 Besok Diselenggarakan Di Dua Titik

Sebab di sekolah itu, menurutnya,  ada nilai-nilai yang harus ditanamkan lewat pertemuan tatap muka antara siswa dan guru.

Selain itu, lanjut Samsul, kami juga memiliki program-program lain yang mendukung terhadap visi misi sekolah, yakni sekolah teladan dan religius.

Terkait religious, lanjutnya,  kami ingin mencoba mendorong siswa agar mempunyai karakter dan akhlak yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Baca Juga: Mantan Sekjen Front Pembela Islam Dijerat Pasal Berlapis, Terlibat Tidak Pidana Terorisme

Sebagaimana kita ketahui, kata Samsul, tujuan pendidikan nasional dalam Undang-undang No. 20 tahun 2003 adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk menjadi orang  yang beriman, bertaqwa dan  berakhlak mulia.  

“Setelah itu baru sehat, cerdas,  kreatif, inovasi dan menjadi manusia yang berdemokrasi,” ucapnya.
 
Tujuan utama dari pendidikan nasional, tambahnya,  menciptakan orang-orang yang akan mempunyai ketaqwaan dan keiman.

“Sehingga salah satu program SMA Negeri 1 Batujajar, di antaranya mencoba mendidikan siswa untuk bisa mengimplementasikan salah satu ciri orang yang bertaqwa, yaitu berinfak,” tuturnya.

“Di SMA Negeri 1 Batujajar ada program infak setiap hari Rp1.000 untuk semua siswa muslim. Nah, 80 persen dari infak itu akan digunakan untuk reward bagi siswa yang berprestasi berupa ibadah umroh ke Baitullah Makkah Al-Mukarramah,” tutur Samsul.

Sedangkan yang 20 persennya lagi dari infak tersebut, tambahnya, akan digunakan untuk dana kesejahteraan sosial siswa, jadi dikembalikan ke siswa lagi.

“Kalau ada siswa yang kurang mampu dibantu, seperti untuk kebutuhan seragam, sepatu dan lain sebagainya,” katanya.

Melalui program infak ini, beber Samsul, diharapkan setelah siswa lulus akan menjadi kebiasaan mereka.

“Artinya, sekali pun mereka sudah lulus dari SMA Negeri Batujajar, maka karakter itu akan menjadi kebiasaan dan tidak melupakan untuk berinfak,” katanya.

Selain infak, lanjutnya, setiap pagi sebelum proses KBM dimulai ada pembiasaan sholat dhuha berjamaah, minimal 2 rakaat. Bagi kelas X diwajibkan hafal  juz ke-30.  

“Ini  ikhtiar kami agar mereka menjadi anak-anak yang betaqwa, beriman, berakhlak mulia,  selain itu juga dilengkapi dengan kompetensi yang mumpuni,” pungkasnya.***

Editor: Rusyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Profil Bupati Bogor Ade Yasin yang Kena OTT KPK

Rabu, 27 April 2022 | 20:51 WIB

Tanya Fauzan, Siswa SMAN 15 jadi Investor Saham

Rabu, 6 April 2022 | 14:21 WIB