• Jumat, 20 Mei 2022

Capaian Kurikulum Tetap Menjadi Target dalam PTM Terbatas, Guna Evaluasi Hasil Belajar

- Rabu, 1 Desember 2021 | 21:09 WIB
Wakil Kepala SMA Negeri 2 Majalaya Bidang Kurikulum, Ali Nurdin, S.Pd.,M.M.Pd., (Foto: Gorajuara.com/Ahmad Fauzi Jaelani)
Wakil Kepala SMA Negeri 2 Majalaya Bidang Kurikulum, Ali Nurdin, S.Pd.,M.M.Pd., (Foto: Gorajuara.com/Ahmad Fauzi Jaelani)

GORAJUARA - Untuk mendukung pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, peran bidang kurikulum sebagai jantungnya pendidikan sangat dibutuhkan.

Hal itu demi mendukung lancarnya pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

Pasalnya, meski sudah dilaksanakan PTM Terbatas, namun pembelajaran secara dalam jaringan (Daring) tetap dilaksanakan.

Baca Juga: Pengakuan Jenderal Bintang Empat, Berdoa Selalu Pakai Bahasa Indonesia, KSAD Dudung: Tuhan Bukan Orang Arab

Sebagaimana dijelaskan Wakil Kepala SMA Negeri 2 Majalaya Bidang Kurikulum, Ali Nurdin, S.Pd.,M.M.Pd., kurikulum harus menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), baik untuk PTM Terbatas maupun pembelajaran secara daring.
 
Bagaimana Cara Waka Kurikulum dalam mengembalikann ke kondisi seperti dulu saat pembelajaran normal?  

Menurut Ali, ada beberapa tahapan, yakni mengembangkan dan mendorong motivasi  belajar siswa, menyalurkan minat dan bakat siswa lewat ekstrakurikuler, dan mengembangkan loyalitas atau rasa memiliki terhadap sekolah.

Baca Juga: Sifat Malu Ciri Khas Seorang Muslimah

Dalam PTM Terbatas, jelas Ali, di SMA Negeri 2 Majalaya tidak ada kurikulum baru yang digunakan.

“Kita masih memakai Kurikulum 2013 dengan melakukan desain kurikulum untuk menyesuaikan dengan aturan yang telah ditetapkan oleh dinas Propinsi Jawa Barat, seperti masalah waktu tatap muka dan lain-lainnya,” ujarnya.

Terkait pembelajara tatap muka terbatas, lanjut Ali, capaian kurikulum  tetap ada yang terwujud dalam proses pelaksanaan belajar mengajar.

Seperti mulai dari  penyusunan jadwal pelajaran, katanya, pengisian daftar kemajuan peserta didik, penyelenggaraan evaluasi hasil belajar, dan laporan hasil belajar.

Baca Juga: Reuni 212 Besok Diselenggarakan Di Dua Titik

“Karena waktu pembelajaran terbatas, maka desain penjadwalan dilakukan dengan mengurangi jam tatap muka setiap jamnya dari 45 menit menjadi 30 menit dengan tidak ada waktu istirahat untuk menghindari kerumunan siswa,” ujarnya.

Srategi bidang kurikulum guna meningkatkan dalam mengembangkan  karakter religius, tandas Ali,  membiasakan salam kepada siapapun, berdoa sebelum mulai pembelajaran.

“Membaca Al-qur’an sebelum jam pelajaran pertama dimulai dan berdoa sebelum pulang, serta memperingati hari besar keagamaan,” ucapnya.

Baca Juga: Mendapat Penolakan, Reuni Akbar 212 Batal Digelar, Mulai dari Monas Jakarta Hingga Masjid Az-Zikra
 
Dampak apa yang paling dirasakan waka kurikulum setelah siswa kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas?

“Dampak yang paling dirasakan, jelasnya,  penyusunan atau pengaturan  jadwal pembelajaran.

“Dengan adanya siswa yang tatap muka dan  daring secara otomatis pembuatan jadwal pembelajaran juga harus disiapkan yang tatap muka dan daring,” tuturnya.

Baca Juga: Mudah Terpapar Virus Omicron Waspadai Kelompok Berikut

Adapun skema PTM Terbatas yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Majalaya, menurut Ali, satu minggu tatap muka terbatas  dan 2 minggu pembelajaran daring.

Misal pada saat kelas X tatap muka terbatas selama seminggu,  tambah Ali, maka kelas XI dan XII pembelajaran secara daring.

“Saat kelas XI pembelajaran tatap muka terbatas, maka kelas X dan  XII belajar secara daring. Begitu pula saat kelas  XI pembelajaran tatap muka terbatas, maka kelas  X dan XI belajar daring,” jelas Ali.

Ali berharap, ke depan semoga pandemi Covid-19 ini cepat berlalau, sehingga kita bisa kembali belajar normal seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Tapi meski pun pembelajaran belum normal berharap peserta didik SMA Negeri 2 Majalaya lebih banyak lagi yang di terima di PTN seluruh Indonesia,” pungkasnya.***

Editor: Rusyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Profil Bupati Bogor Ade Yasin yang Kena OTT KPK

Rabu, 27 April 2022 | 20:51 WIB

Tanya Fauzan, Siswa SMAN 15 jadi Investor Saham

Rabu, 6 April 2022 | 14:21 WIB