• Jumat, 20 Mei 2022

Cegah Penyebaran Covid-19 Saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, SMA Negeri 2 Majalaya Bangun Klinik Sekolah

- Senin, 29 November 2021 | 07:25 WIB
 Kepala SMA Negeri 2 Majalaya, Kabupaten Bandung, Drs. Tedi Hermanto, M.M.Pd.,                                (Foto: Gorajuara.com/Ahmad Fauzi Jaelani)
Kepala SMA Negeri 2 Majalaya, Kabupaten Bandung, Drs. Tedi Hermanto, M.M.Pd., (Foto: Gorajuara.com/Ahmad Fauzi Jaelani)

GORAJUARA - Guna mengantisipasi terjadinya klaser sekolah  semenjak diizinkannya kembali sekolah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.

Sesuai anjuran pemerintah terkait Usaha Kesehatan Sekolah (UKS),  SMA Negeri 2 Majalaya dibangun klinik sekolah.

Baca Juga: BRI Liga 1: Tumbangkan Persib Lewat Gol Tunggal, Arema Rebut Posisi Kedua Klasemen Sementara

SMA Negeri 2 Majalaya bukan hanya memiliki ruang UKS, menurut Kepala SMA Negeri 2 Majalaya, Kabupaten Bandung, Drs. Tedi Hermanto, M.M.Pd., tetapi dilengkapi dengan kilinik sekolah.

“Pembangunan klinik SMA Negeri 2 Majalaya ini progresnya sudah mencapai 85 persen,” katanya.

Baca Juga: Rumah Semipermanen Tertimpa Longsor, 1 Balita Meninggal Dunia

Menurut Tedi, dalam pengelolaan klinik sekolah pihaknya merekrut lulusan dari perguruan tinggi perawat, bekerjasama dengan Klinik Rancajigang Medika, Majalaya untuk penyediaan tenaga medis, serta memberdayakan siswa.

Klinik SMA Negeri 2 Majalaya, tambahnya,  sudah dilengkapi dengan berbagai alat-alat medis, seperti tabung oksigen, pengukur suhu tubuh dan alat medis lainnya.

Baca Juga: BPBD: Ribuan Rumah Warga Terdampak Banjir, Tanggul Sungai Cikeruh Jebol.

“Para perawat yang direkrut akan digaji dengan menggunakan sumber dana dari BOPD,” ujarnya.

Diungkapkan Tedi, dirinya ingin seluruh siswa SMA Negeri 2 Majalaya secara  berkala atau dalam seminggu sekali ada cek kesehatan. Sehingga kesehatan para siswa itu bisa terkontrol dengan baik.

Baca Juga: Aura Kasih Sapa Netizen 'Happy Sunday' sambil Acungkan Dua Jari Wow!

“Ini sebuah ikhtiar kita, apalagi lagi sekarang pandemi Covid-19 di Indonesia belum 100 persen dinyatakan hilang,” ujarnya.

Disebutkan Tedi, mencegah sedini mungkin lebih baik, ketimbang kita harus mengobati.

Baca Juga: Sosok Rhoma Irama Muda Menjadi Rebutan Kaum Wanita, Salah Satunya Camelia Malik Mengaku Tergila-gila

“Mudah-mudahan dengan dibangunnya klinik ini seluruh siswa SMA Negeri 2 Majalaya menjadi pelajar yang sehat,” ucapnya.

Ide awal pembuatan klinik sekolah ini, sebut Tedi, bermula dari pemikirannya untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona di lingkungan sekolah ketika pelaksanaan PTM Terbatas sudah diizinkan.

Baca Juga: Anak Penjual Gula Aren Keliling Masuk Lembah Wayang Kini Jadi Anggota TNI

Bermula dari pemikiran itulah, jelas Tedi, akhirnya muncul niat untuk mendirikan klinik di sekolah. Jika ada sesuatu terhadap sisiwa, maka sekolah harus bertindak cepat. “Klinik sekolah hanya melakukan tindakan awal saja,” ujarnya.

Adanya klinik sekolah yang dilengkapi tenaga medis dan peralatan yang memadai, ungkapnya, maka ketika ada siswa yang sakit dan segera membutuhkan tindakan, maka klinik sekolah inilah yang pertama menanganinya.

Baca Juga: Ebola Sungguh Menakutkan : Pendarahan di Mana-mana

Jadi tambah Tedi, kita tidak panik dan sulit untuk melaksanakan tindakan, Misalnya anak memerlukan oksigen di klinik sudah tersedia.

Seperti diawal disebutkan, tegas Tedi, pemeriksaan berkala para siswa itu harus benar dijalankan, sehingga ada catatan medis siswa yang memiliki penyakit bawaan.

“Melalui kilinik sekolah ini kami bisa mengukur sejauh mana daya tahan tubuh siswa ketika menghadapi PTM Terbatas di masa pandemi menuju endemi ini,” tuturnya.

“Saya sebagai kepala sekolah yang dipikirkan saat ini, bagaimana kesehatan siswa dan guru, masyarakat umum yang mengais rezeki di sekitar lingkungan sekolah,” lanjut Tedi.

Tedi berharap, klinik yang dibangunnya ini bisa membantu pemerintah supaya  jangan terlalu was-was dengan kondisi sekolah yang dianggap  tempat yang rentan  penularan Covid-19.***

Halaman:

Editor: Rusyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Profil Bupati Bogor Ade Yasin yang Kena OTT KPK

Rabu, 27 April 2022 | 20:51 WIB

Tanya Fauzan, Siswa SMAN 15 jadi Investor Saham

Rabu, 6 April 2022 | 14:21 WIB