Guru Panca Mulia

photo author
Rusyandi, Gora Juara
- Jumat, 17 April 2026 | 23:51 WIB
 Dudung Nurullah Koswara, Ketua Umum DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia                               (Foto: Rusyandi/Gorajuara)
Dudung Nurullah Koswara, Ketua Umum DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (Foto: Rusyandi/Gorajuara)

GORAJUARA - Selalu saya tulis dan katakan, “Tidak ada profesi yang lebih istimewa di muka bumi selain menjadi guru. Nabi Muhammad SAW pun mengatakan bahwa dirinya diutus Tuhan sebagai guru”.

Ditangan guru pula warga negara paling istimewa dibina, yakni anak didik. Tidak ada warga negara paling istimewa selain anak didik. Anak didik adalah pemilik dan pewaris negara dan bangsa.

Betapa beratnya menjadi guru yang profesional dan bermartabat. Terutama sisi kelemahan pemerintah yang belum mampu mensejahterakan semua entitas guru, negeri maupun swasta, paruh waktu atau pun guru honorer. Sambil menunggu “kesadaran” pemerintah dalam memartabatkan guru, ada sejumlah indikasi seorang guru masuk kategori Guru Panca Mulia.

Baca Juga: Menarasikan Ide KDM Gubernur Jawa Barat Perihal Pesta Pernikahan... Relevansi Untuk Dunia Pendidikan...

Siapa Guru Panca Mulia itu? Guru yang punya minimal lima indikasi kemuliaan. Pertama, niat awal dan dasar mengambil profesi guru datang dari hati. Ingin menjadi guru sejak getaran cita cita muncul. Hati dan batinnya ingin menjadi guru, tanpa melihat realitas kesejahteraan guru. Niat awal menjadi guru karena senang dunia pendidikan dan dunia anak didik.

Kedua, selalu datang lebih awal di sekolah sebelum semua anak didiknya datang. Guru yang memberi contoh disiplin, serta ingin memastikan semua anak yang datang ke sekolah terpantau. Mulai dari datang ke sekolah sampai kembali pulang.

Ia pun selalu hadir di ruang kelas sesuai tuntutan jam KBMnya. Rasa cinta dan bangga pada profesi dan anak didik melekat pada dirinya.

Baca Juga: Kasus Bunuh Diri Di Kota Bandung... Upaya Dunia Pendidikan Apa..

Ketiga, selalu menempatkan semua anak didik sebagai subjek layanan. Pendekatan diferensiasi dan randomize dilakukan karena semua anak punya keberbedaan, keragaman dan latar belakang yang tak sama.

Semua anak sama sama diistimewakan walau realitasnya sangat beragam. Semua anak didik bagi guru adalah “anak kandung ideologis” yang harus menjadi pribadi berkarakter kuat di masa depan.

Keempat, memandang atasan, rekan sejawat sebagai “teman bertumbuh”. Bekerja sesuai tanggung jawabnya mencerdaskan anak bangsa.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Dukung Mimpi Anak Pengemudi Ojol untuk Kuliah di AS dan Jadi Data Science Analyst

Gosip, ngerumpi dan friksi internal tidak dikenali, kecuali hanya kerja dan belajar menjadi pribadi dan guru yang bertumbuh. Apa pun dinamika atasan dan sejawat adalah “ilmu” bagi dirinya. Selalu menjadi bagian solutan bukan polutan bagi sekolah.

Kelima, selalu punya karya yang bisa diberikan pada anak didik dan sekolahan. Tidak hanya setiap bulan dapat gaji pokok, TPG, TPP dan tahunan dapat ke 13, ke 14, tapi selalu mampu menyumbang sesuatu untuk sekolahan dan anak didik.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

KDM dan Sekolah Maung

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rusyandi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Guru Panca Mulia

Jumat, 17 April 2026 | 23:51 WIB

Wasiat Ahli Surga bagi ASN

Kamis, 5 Februari 2026 | 21:28 WIB

Guru Dikeroyok Murid

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:26 WIB

KDM dan Sekolah Maung

Selasa, 6 Januari 2026 | 22:42 WIB

Purbaya dan Gaji Guru

Minggu, 28 Desember 2025 | 20:33 WIB

Senyum Ustadz Jahir Menjelang Wafat

Minggu, 28 Desember 2025 | 20:27 WIB

Surat Edaran Mengambil Rapor

Senin, 22 Desember 2025 | 14:53 WIB

Membaca SE Mendikdasmen Nomor 14 Tahun 2025

Kamis, 18 Desember 2025 | 15:24 WIB

Untuk Apa Mengajarkan Investasi Pasar Modal di Sekolah?

Minggu, 15 September 2024 | 10:45 WIB