Pengolahan Sampah di Kota Bandung, Farhan: Semua Kebijakan akan Didasarkan pada Data Resmi dan Koridor Hukum yang Berlaku

photo author
Rusyandi, Gora Juara
- Minggu, 18 Januari 2026 | 19:28 WIB
 Penanganan masalah sampah di Kota Bandung akan mengikuti arahan Menteri Lingkungan Hidup  (Foto: Dok. Diskominfo Kota Bandung)
Penanganan masalah sampah di Kota Bandung akan mengikuti arahan Menteri Lingkungan Hidup (Foto: Dok. Diskominfo Kota Bandung)

Oleh karena itu, lanjutnya, solusi kami harus selaras dengan regulasi pusat dan sekaligus mencari alternatif pengelolaan dalam kota yang aman dan efektif, Langkah yang kami ambil (sejalan dengan arahan KLH).

Baca Juga: Sinetron Mencintai Ipar Sendiri RCTI Malam, Kawal Rafki Ayuna Berlayar, Masih Banyak Cerita yang Belum Terkuak...

Kepatuhan penuh
Segala rencana atau perangkat pengolahan sampah yang termasuk kategori insinerator mini akan dihentikan dan tidak dioperasikan.

"Kami akan berkonsultasi dan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian LH untuk langkah teknis yang memenuhi standar. Percepatan pengolahan di sumber: Memperkuat program 3R (Reduce, Reuse, Recycle), menggenjot komposting komunitas, pemanfaatan maggot, bank sampah, dan TPST-berbasis RW agar volume yang mesti dibuang ke TPA berkurang," paparnya.

Kajian teknologi berskala besar & ramah lingkungan
Jika teknologi pembakaran/thermo-processing yang memenuhi parameter emisi dan perizinan tersedia untuk skala yang tepat, kami akan pertimbangkan dengan kajian kesehatan lingkungan dan uji emisi yang transparan.

Baca Juga: Sinetron Mencintai Ipar Sendiri RCTI Malam Ini Minggu 18 Januari 2026, Papa Minta Tes DNA, Pastikan Rafka atau Rafki, Ayuna Kedinginan...

"Perbaikan kapasitas pengangkutan dan koordinasi Sarimukti: Kami terus berkoordinasi untuk mengoptimalkan kuota dan mencari solusi jangka menengah agar penumpukan tidak berulang,” ungkapnya.

Diungkapkan Farhan, data Timbulan dan Kendala Kapasitas berdasarkan data Pemkot Bandung, timbulan sampah kota mencapai sekitar 1.496,3 ton per hari. Namun jatah pengiriman ke TPA Sarimukti (Kabupaten Bandung Barat) hanya 981,3 ton per hari.

Artinya, lebih dari 500 ton sampah per hari belum dapat diangkut ke TPA. Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa Bandung tidak memiliki TPA sendiri dan sepenuhnya bergantung pada Sarimukti, yang sudah kelebihan kapasitas. Selain itu, pengiriman sampah ke Sarimukti dibatasi maksimal 140 rit per hari sedangkan potensi armada Kota Bandung mencapai 154 rit. Sisa belasan rit per hari inilah yang saat ini menjadi kendala utama.

Baca Juga: Tak Tinggal Bareng Anak Usai Cerai, Dahlia Poland Ngaku Jadi Susah Tidur: Biasanya Kan Aku...

Akibatnya, masih ada penumpukan sampah di beberapa TPS dan jalanan. Namun Pemkot sudah menanganinya: sekitar 136 titik penumpukan telah berhasil dituntaskan, dan saat ini fokus diarahkan pada pengolahan sampah di TPS-TPS kota agar tumpukan tidak terulang kembali.

Seruan Partisipasi Masyarakat
Penanganan masalah sampah tidak bisa hanya diandalkan pemerintah; keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan.

"Untuk itu, saya mengajak warga Bandung bersama-sama melakukan hal-hal ;berikut:

Kurangi sampah di sumbernya. Hindari penggunaan plastik sekali pakai dan kemasan tidak perlu. Belilah bahan ramah lingkungan dan gunakan kembali barang-barang yang masih layak pakai. (Menteri LH menekankan pentingnya penanganan sampah sejak dari rumah tangga)," ucapnya.

Baca Juga: Sinetron Terbelenggu Rindu RCTI, Ale Tahu Kejadian yang Sebenarnya, Akhirnya Amira dan Biru Jemput Arsy Lagi...

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rusyandi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini