• Jumat, 20 Mei 2022

Melalui Teaching Factory Budidaya Jamur Tiram, Cetak Lulusan SMKN 1 Cugenang Jadi Wirausaha Sukses

- Selasa, 21 Desember 2021 | 10:30 WIB
Wakil Kepala SMK Negeri 1 Cugenang, Cianjur Bidang Hubinmas, Yhonan Novanda, S.Si.,M.M.,  (Foto: Gorajuara.com)
Wakil Kepala SMK Negeri 1 Cugenang, Cianjur Bidang Hubinmas, Yhonan Novanda, S.Si.,M.M., (Foto: Gorajuara.com)

GORAJUARA - Peran bidang Hubungan Industri dan masyarakat (Hubinmas)  yang dibentuk di lingkungan SMK tidak hanya menjembatani SMK dengan industri dan masyarakat.

Tetapi hubinmas juga memberikan layanan jasa Praktik Kerja Lapangan (PKL), Bursa Kerja dan informasi sesuai fungsi dan tugas SMK.

Bidang Hubinmas juga turut berupaya membantu dan mengembangkan produk hasil praktik  melalui teaching factory (TeFa) yang dihasilkan oleh salah satu kompetensi keahlian yang terdapat di SMK yang bersangkutan.

Baca Juga: Pemberlakuan PPKM Luar Jawa dan Bali Diperpanjang, Mulai Berlaku 24 Desember Sampai 3 Januari 2022

Seperti halnya di SMK Negeri 1 Cugenang, Kabupaten Cianjur yang mengembangkan jamur crispy dan bakso jamur, hasil produksi teaching factory  kompetensi Agribisnis Tanaman Pangan dan hortikultura (ATPH).

Andil bidang hubin ini cukup besar, terutama dalam upaya mengembangkan budidaya jamur tiram, terutama dari segi marketnya.

Seperti diutarakan Wakil Kepala SMK Negeri 1 Cugenang, Cianjur Bidang Hubinmas, Yhonan Novanda, S.Si.,M.M., upaya yang sudah dilakukan dalam hal market pengembangan budidaya jamur tiram.

Baca Juga: Joko in Berlin, Ekplorasi Musik yang Tak Kenal Batasan

Di antaranya pembuatan toko online di shopee dan tokopedia, dan  kerja sama dengan desa, serta  kecamatan dalam pemasaran di kantor mereka.
 
“Kami pun melakukan kerja sama dengan organisasi PGRI untuk konsumsi kegiatan, juga sebagai oleh-oleh atau souvenir. Penjualan langsung ke masyarakat, dan ke pasar (kerja sama dengan agen di pasar tradisional),” kata Yhonan.

Terkait dengan pengembangan budidaya jamur tiram, jelas Yhonan, pemantauan yang dilakukan bidang hubinmas adalah mewawancarai langsung pembeli yang sudah jadi pelanggan, yaitu  agen pasar, warung sekitar sekolah, guru dan orang tua siswa, apakah jamur tiram yang mereka konsumsi baik atau tidak.

Baca Juga: Cara Membuat Latar Belakang dan Rumusan Masalah dalam Menyusun Skripsi Atau KTI, Perhatikan Hal Ini
 
“Menyebarkan angket kepada masyarakat (pembeli) pada saat mereka membali jamur tiram kita beserta olahanya,” ujarnya.

Menyinggung tentang gambaran umum proses pelaksanan hubinmas di SMK Negeri 1 Cugenang, Yhonan menyebutkan,  pelaksanaan hubungan industri dan masyarakat  SMK Negeri 1 Cugenang selalu berhubungan intensif dengan DUDI khususnya kegiatan PKL, magang, teaching factory dan program guru tamu.

SMK Negeri 1 Cugenang selalu aktif dalam kegiatan sosial di masyarakat, di antaranya kerjabakti pembersihan jalan di sekitar jalan tegal panjang, penyemprotan disinfektaan dan anti virus di beberapa perkampungan sekitar sekolah,” ujarnya.

Baca Juga: Burgerkill Rilis Singel Baru 'Roar of Chaos' lewat Vokalis Ronald Alexander

Kemudian, lanjut Yhonan, proses pemasaran siswa (wirausaha, kerja dan kuliah) dengan beberapa lambaga industry. Kerjasama dengan Forum Pimpinan Kecamatan terkait pembinaan karakter siswa.  Kerjasama dengan SMP dan SD terkait kegiatan pembelajaran di SMK dengan tujuan memotivasi siswa untuk dalam melanjutkan sekolah 12 tahun.

Yhonan berharap, capaian hubinmas  tentunya segala hal yang dapat meningkatkan kualitas  atau  mutu pendidikan di SMKN 1 Cugenang, beberapa hal,  diantaranya sebagai berikut:

1. Dengan adanya budidaya jamur tiram (dengan standar industri) memberikan pemahaman yang lebih dalam terkait budidaya dan pemasaranya bagi siswa, sehingga di kemudian hari, siswa akan menjadi seorang wirausahawan yang sukses.

Baca Juga: Sebelas Korban Kapal Tenggelam di Johor Nahru Teridentifikasi WNI, 6 Jenazah Segera Dipulangkan ke Indonesia

2.Menjadikan SMKN 1 Cugenang sebagai roolmodel budidaya jamur tiram dan olahanya.
 
3.  Menjadikan SMKN 1 Cugenang, sebagai sekolah bidang pertanian yang terbaik di Cianjur.

Lalu bagaimana  kredibilitas yang harus dimiliki oleh hubinmas?  Menurut Yhonan, pertama, hubinmas  bisa menempatkan diri menjadi sumber informasi yang potensial.  

Kedua, Sebagai garda terdepan pengelolaan informasi, menyaring dan memilah informasi mana yang bisa diberikan maupun yang dikecualikan, termasuk melakukan seni berkomunikasi dan bernegosiasi dengan peminta informasi yang tidak memahami prosedur permintaan informasi.

Baca Juga: MAMAMOO, Red Velvet hingga Aespa akan Tutup 2021, Berikut Daftar Artis yang Tampil pada MBC Music Festival

“Terakhir ingin memiliki hubungan yang luas dengan berbagai industri,” tuturnya.

Menurut Yhonan, makanya untuk mencapai hal itu, bidang hubinmas selalu meningkatkan kualitas kinerja dengan melaksankan pelatihan public speaking, pelatihan pengelolaan TeFa, dan seminar tufoksi wakil kepala sekolah bidang hubinmas.

Adapun wujud kegiatan yang telah dilaksanakan hubinmas dalam penyampaian informasi pada public internal maupun eksternal, jelas Yhonan,  pembuatan akun sosmed IG, FB, Youtube, Twitter, tiktok dan web.
Pelaksanaan Webinar tiap minggu, serta  pembuatan spanduk/banner terkait aktivitas SMK Negeri 1 Cugenang dan budidaya jamur tiram.

Harapan dan tujuan yang ingin dicapai hubinmas SMK Negeri 1 Cugenang,  lanjut Yhonan, tentunya segala hal yang dapat meningkatkan kualitas / mutu pendidikan di SMKN 1 Cugenang, beberapa hal, di antaranya:

1.  Dengan adanya budidaya jamur tiram (dengan standar industri) memberikan pemahaman yang lebih dalam terkait budidaya dan pemasaranya bagi siswa, sehingga di kemudian hari, siswa akan menjadi seorang wirausahawan yang sukses.

2.  Menjadikan SMK Negeri 1 Cugenang sebagai rool model budidaya jamur tiram dan olahanya.

3.  Menjadikan SMK Negeri 1 Cugenang, sebagai sekolah bidang pertanian yang terbaik di Cianjur.***

Editor: Rusyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Profil Bupati Bogor Ade Yasin yang Kena OTT KPK

Rabu, 27 April 2022 | 20:51 WIB

Tanya Fauzan, Siswa SMAN 15 jadi Investor Saham

Rabu, 6 April 2022 | 14:21 WIB