daerah

Memasuki Tahun Kedua Kepemimpinan Farhan: Kota Bandung Terus Bergerak dari Kebijakan Menuju Aksi Nyata

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:39 WIB
Fokus utama kepemimpinan Wali Kota Bandung adalah memperluas dampak pembangunan (Foto: Dok. Diskominfo Kota Bandung)

Dari sisi ekonomi, analisis desil menunjukkan pertumbuhan tertinggi sebesar 4.994 keluarga baru di desil 6–10 pada periode September 2025–Februari 2026.

Di bidang ketenagakerjaan, penempatan kerja sepanjang 2025 mencapai 5.207 orang melalui berbagai skema, termasuk PKWT, job fair, magang, dan penempatan internasional.

Baca Juga: Tinggal Bareng Ruben Onsu, Begini Momen Betrand Peto Rela Tak Tidur Demi Bangunkan sang Ayah untuk Santap Sahur

Capaian ini diperkuat dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2024, yang menunjukkan penguatan akuntabilitas dan tata kelola.

Memasuki tahun kedua, Farhan menyatakan, fokus utama adalah memperluas dampak pembangunan melalui tiga pilar kebijakan.

“Satu tahun pertama adalah fase menata fondasi, dan satu tahun ke depan adalah fase penguatan dan perluasan dampak,” ujarnya.Baca Juga: Ruben Onsu Ngaku Suka Berkunjung ke Panti Asuhan saat Rindu kepada Anak, Eks Suami Sarwendah: Itu...

 

Pilar pertama adalah pembangunan infrastruktur strategis dengan target 100 persen ODF dan akses air aman, zero slum area, reduksi titik genangan 40 persen, serta kemantapan jalan 95 persen.

Infrastruktur juga dirancang sebagai stimulus ekonomi melalui skema padat karya dan penguatan rantai pasok lokal.

Pilar kedua adalah pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan menekan ketimpangan (gini ratio).

Baca Juga: Sinetron Banyak Jalan Menuju Surga RCTI, Netizen Ingin Main Sitkom Kayak Gini, Diulang Seru Banget Kayak Ada Hiburan...

Transformasi UMKM, penguatan ekosistem pariwisata, serta inklusivitas ekonomi menjadi strategi utama agar pertumbuhan ekonomi lebih merata dan berkelanjutan.

Pilar ketiga berfokus pada ketenagakerjaan dan mobilitas sosial dengan target 5.000 sertifikasi kompetensi per tahun, tingkat penyerapan 92 persen, serta perlindungan 100 persen bagi pekerja rentan.***

Halaman:

Tags

Terkini