GORAJUARA - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung menunjukan peningkatan lebih dari 15 persen.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkapkan, peningkatan tersebut terutama ditopang sektor restoran yang dinilai semakin patuh dalam membayar pajak.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pengelola restoran yang telah patuh membayar pajak 10 persen,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Kamis 19 Februari 2025.
Meski tingkat hunian hotel secara umum mengalami penurunan, penerimaan pajak hotel tetap meningkat. Hal ini dipengaruhi kenaikan tarif serta dominasi hotel berbintang yang mencatat okupansi lebih baik.
Sebaliknya, hotel non-bintang justru mengalami okupansi lebih rendah. Farhan tidak menutup kemungkinan adanya pelaku usaha yang belum optimal dalam pelaporan pajak.
“Kalau mereka melapor, ada banyak bantuan yang bisa kita berikan,” katanya.
Pemkot Bandung berencana menyiapkan program pembinaan bagi hotel non-bintang, termasuk dukungan dalam pengelolaan sampah dan air limbah secara mandiri.
Farhan mengatakan, peningkatan PAD menjadi fondasi penting bagi pembiayaan pembangunan, terutama infrastruktur dan layanan publik.
Dengan fiskal yang sehat serta kepatuhan pajak yang meningkat, Pemkot Bandung optimistis dapat memperluas ruang gerak pembangunan tanpa membebani masyarakat.
Baca Juga: Raih Gelar Magister, Rachel Amanda 'Balik' ke Belanda untuk Ambil Ijazah Kuliah S2: Semoga...
“Kita jaga ekosistem usaha tetap tumbuh, tapi juga patuh. Itu kuncinya,” ucapnya.***