• Senin, 18 Oktober 2021

Emil Ingin Industri Masuk Kurikulum SMK, Langkah dan Strategi Ini yang Harus Dilakukan untuk Itu

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 09:25 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam Entry Meeting Pemeriksaan BPK Perwakilan Jabar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin, 11 Oktober 2021. (jabarpemprov.go.id-gorajuara)***
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam Entry Meeting Pemeriksaan BPK Perwakilan Jabar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin, 11 Oktober 2021. (jabarpemprov.go.id-gorajuara)***

BANDUNG, GORAJUARA - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil melaporkan penyelenggaraan pendidikan vokasi berbasis kerja sama industri dan dunia kerja, serta pelaksanaan vaksinasi Covid-19 Tahun Anggaran (TA) 2021 dalam Entry Meeting Pemeriksaan BPK Perwakilan Jabar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin, 11 Oktober 2021.

Terkait pendidikan vokasi, kata Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil, Pemda Provinsi Jabar mendorong agar industri masuk ke dalam kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Langkah ini dilakukan agar para lulusan SMK bisa siap kerja. 

Mengingat, lulusan SMK merupakan penyumbang paling tinggi angka pengangguran di Jabar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan SMK mencapai 14,87 persen pada Februari 2021.

Baca Juga: PLN Peduli UMK, Lewat PON XX Papua Menuju Kebangkitan Ekonomi   

"Jawa Barat sudah melakukan persiapan beradaptasi karena penyumbang pengangguran tertinggi itu lulusan SMK. Padahal SMK itu didesain untuk cepat kerja. Kedua kami melakukan terobosan-terobosan dengan mengajak industri untuk mewarnai kurikulum SMK. Ada SMK kurikulum Shopee," kata Kang Emil.

Selain itu, menurut Kang Emil, SMK juga harus mulai meninggalkan hal-hal dan kebiasaan yang sudah tidak relevan dengan dunia kerja.

Mengingat saat ini, Indonesia sedang mengalami salah satu disrupsi industri digital 4.0.

Menurut Kang Emil, disrupsi industri 4.0 ini akan menghilangkan sekitar 75 juta pekerjaan yang sifatnya rutin.

Beberapa contoh pekerjaan yang bisa hilang dan digantikan, seperti pegawai entri data, pegawai pembukuan akuntansi, Sekretaris Administrasi dan Eksekutif, hingga pekerja pos. 

Halaman:

Editor: Abu Rahma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X