• Senin, 16 Mei 2022

Presiden Jokowi Groundbreaking Pabrik Baterai Mobil Listrik Terbesar di Asia Tenggara.

- Rabu, 15 September 2021 | 23:33 WIB
Presiden Jokowi saat memberikan sambutan 'grounbreaking' pabrik baterai mobil listrik PT HKML Battery Indonesia di Kabupaten Karawang Jawa Barat, Rabu 15 September 2021.(setkab.go.id)
Presiden Jokowi saat memberikan sambutan 'grounbreaking' pabrik baterai mobil listrik PT HKML Battery Indonesia di Kabupaten Karawang Jawa Barat, Rabu 15 September 2021.(setkab.go.id)

KARAWANG, GORAJUARA - Presiden Joko Widodo (Jokowi), meletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik industri batere mobil listrik pertama di Indonesia bahkan di Asia Tenggara berlokasi di Kabupaten Karawang Jawa Barat, Rabu 15 September 2021.

“Kita patut bersyukur hari ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia dan bahkan yang pertama di Asia Tenggara dengan nilai investasi sebesar USD 1,1 miliar,” kata Presiden Jokowi usai groundbreaking pabrik PT HKML Battery Indonesia tersebut.

Presiden mengemukakan, pembangunan pabrik ini merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk melakukan hilirisasi industri serta mengubah struktur ekonomi yang selama ini berbasis komoditas menjadi berbasis industrialisasi. “Menjadi negara industri yang kuat dengan berbasis pada pengembangan inovasi teknologi,” imbuhnya.

Baca Juga: Sekolah Jangan Paksakan Laksanakan PTM, Pahmi: Jika Belum Siap Segala Macamnya, Itu Sangat Beresiko

Baca Juga: Bareskrim Polri Kini Bantu Selidiki Kasus Pembunuhan Sadis Ibu-Anak di Subang

Menurut Presiden Jokowi, pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik ini merupakan kolaborasi antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan Korea Selatan. Presiden mengharapkan kerja sama tersebut bisa semakin diperkuat, termasuk realisasi kerja sama investasi dalam industri baterai dan kendaraan listrik.

“Saya berpesan agar kolaborasi yang terbangun bukan hanya di antara perusahaan-perusahaan besar atau BUMN-BUMN kita, tetapi juga melibatkan usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah,” tutur Presiden.

Presiden meyakini pengembangan industri baterai listrik ini akan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi dari industri turunan yang menggunakan baterai, seperti motor listrik, bus listrik, dan mobil listrik.

Baca Juga: Kapolri Lauching Aplikasi ASAP Digital Nasional, Tangani Pencegahan Karhutla

Halaman:

Editor: Buddy Wirawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini