• Jumat, 20 Mei 2022

Pembelajaran Secara Daring, Guru Sulit Mengontrol Saat Siswa Belajar dari Rumah

- Senin, 20 Desember 2021 | 08:15 WIB
Wakil Kepala SMA Negeri Jatinangor Bidang Kesiswaan, Tuti Hasanah, S.Pd., (Foto:/Gorajuara.com)
Wakil Kepala SMA Negeri Jatinangor Bidang Kesiswaan, Tuti Hasanah, S.Pd., (Foto:/Gorajuara.com)

GORAJUARA - Meski pemerintah telah mengambil banyak langkah secara tepat untuk mendukung pembelajaran dalam jaringan  atau daring.

Namun, akibat dampak pandemi Covid-19, tetap saja pada kenyataan proses kegiatan belajar mengajar banyak mengalami kendala.

Hal ini, tentunya menjadi tantangan bagi dunia pendidikan, dan  bagi siswa yang kurang beruntung dengan belajar secara daring ini kemungkinan akan menjadi yang paling terdampak.

Baca Juga: Sepi Job, Komedian Narji Nyemplung ke Dunia Politik

Contoh, anak-anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu kemungkinan besar akan tertinggal dibandingkan siswa yang lebih mampu dan memiliki akses lebih baik pada pembelajaran secara daring.

Wakil Kepala SMA Negeri Jatinangor Bidang Kesiswaan, Tuti Hasanah, S.Pd., memberikan gambaran yang menjadi factor kesulitan dalam proses belajar secara daring selama pada masa pandemi Covid-19.

“Misalnya siswa kadang terkendala dengan jaringan internet dan kuota.  Siswa tidak memiliki perangkat belajar, seperti handphoe (HP) sendiri,” kata Tuti kepada  belum lama ini.

Baca Juga: Shin Tae-yong Sebut Indonesia Layak Menang Atas Malaysia

Guru pun mengalami hal yang sama, lanjut Tuti, karena sulit memantau apa yang dilakukan siswa selama kegiatan  belajar dari rumah.

Apalagi waktu belajar dibatasi, sehingga siswa agak kesulitan memahami pembelajaran yang diberikan oleh gurunya.

Solusi yang diberikan untuk mengatasi kendala tersebut agar KBM tetap bisa berjalan dengan baik, ungkap Tuti, pihak sekolah melakukan pendataan semua nomor HP siswa yang aktif untuk mendapat bantuan kuota Kemendikbud supaya bisa digunakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring.

Baca Juga: Pelatih Malaysia Puji Kecepatan Pemain Timnas Indonesia

“Bagi siswa yang terkendala dengan HP, maka sekolah memperbolehkan mengikuti KBM di sekolah. Waktu belajar dibatasi, maka sekolah meminjamkan buku pelajaran yang ada di perpustakaan untuk bisa dipelajari lebih lama atau leluasa di rumah,” tutur Tuti.

Jika ada reaksi siswa ketika mereka tidak dapat memahami materi atau bahan ajar yang disampaikan guru, kata Tuti, siswa diberi kesempatan bertanya di dalam jam KBM.

Tetapi kalau masih belum memahami, maka bisa ditanyakan di luar jam KBM   melalui WA atau siswa datang langsung ke sekolah.

Baca Juga: Kemenkes Pastikan Pnyebaran Virus Omicron Berasal dari WNI yang Pulang dari Nigeria

Terkait kendala yang dialami siswa tersebut,  tandasnya, solusinya bidang kesiswaan bekerjasama dengan wali kelas dan guru BK untuk memanggil orang tua siswa dan siswanya ke sekolah untuk dicari permasalahannya, sehingga pembelajaran tetap berjalan dengan baik dan lancar.

Menyinggung pelaksaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), tandas Tuti, membuat pola atau skema yang diterapkan bidang kesiswaan agar kegiatan PTMT tidak menyebabkan claster sekolah.

Kesiswaan bekerjasama dengan bidang kurikulum dan  tim Satgas Covid-19 sekolah, tambah Tuti,   meneterapkan  tata tertib, dan mematuhi aturan protokol kesehatan,  siswa yang hadir ke sekolah harus sehat, diizinkan oleh orang tua mengikuti PTMT.

Baca Juga: 'Menunggu Bunda' dalam Sinopsis, Kisah Sosok Seorang Ibu yang Mengharukan

“Sekolah juga mengatur skema arah masuk dan keluar gerbang sekolah, tidak ada jam  istirahat selama pembelajaran. Tentu saja setiap harinya siswa yang masuk sekolah terjadwal secara bergantian  untuk menekan claster sekolah,” katanya.

“Siswa sudah melakukan vaksinansi, dan berdasarkan data siswa yang sudah divaksinasi  dari jumlah total 1.288 siswa  pertanggal 5 Desember 2021  yang sudah vaksinasi 1.233 siswa,  dan yang belum divaksinasi hanya 55 siswa,” tutur Tuti.

Lalu apa yang dirasakan bidang kesiswaan dengan perubahan perilaku  siswa ketika pertama kali kembali lagi ke sekolah saat mengikuti PTMT?

“Siswa pertama kali masuk ke sekolah awalnya merasa canggung, seperti berada di lingkungan yang baru. Tetapi setelah beberapa kali pertemuan siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah,” ujarnya.

Metoda yang dilakukan untuk mengembalikan karakter siswa ke kondisi sebelum pandemi Covid-19, jelasnya,  dengan berkomunikasi,  pendekatan personil  penuh perhatian dan kasih sayang.***   

Editor: Rusyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Profil Bupati Bogor Ade Yasin yang Kena OTT KPK

Rabu, 27 April 2022 | 20:51 WIB

Tanya Fauzan, Siswa SMAN 15 jadi Investor Saham

Rabu, 6 April 2022 | 14:21 WIB