daerah

Bahas LKPJ 2025, DPRD Kota Bandung Pertanyakan Validitas Data Pendapatan Pajak

Rabu, 15 April 2026 | 21:52 WIB
Panitia Khusus (Pansus) 15 DPRD Kota Bandung kembali menggelar rapat kerja untuk membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bandung Tahun Anggaran 2025, Kamis 2 April 2026 ( Foto: Indra/ Humpro DPRD Kota Bandung)

GORAJUARA - Rapat kerja Pansus 15 DPRD Kota Bandung pada 2 April 2026 tersebut difokuskan pada evaluasi mendalam terhadap capaian kinerja Pemerintah Kota Bandung sepanjang tahun anggaran 2025.

Rapat dipimpin Wakil Ketua Pansus 15 Drs. Heri Hermawan, MM.Pd. Bahasan yang menonjol dan banyak dipertanyakan anggota Pansus 15 adalah potensi pendapatan pajak daerah di Kota Bandung.

Pada raker tersebut, jajaran Pemkot Bandung menghadirkan Asisten Daerah 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Bandung Asep C Cahyadi, Kepala Bapenda Kota Bandung Gun Gun Sumaryana dan pejabat terkait lainnya.

Baca Juga: Sinopsis Sinetron Jejak Duka Diandra Hari Ini 15 April 2026 Episode 98: Penyesalan Dimitri ke Diandra, Jupiter Dibuat Rumit oleh Suster Peri

Rapat dimulai dengan pemaparan Gun Gun Sumaryana terkait target dan realisasi pajak daerah Kota Bandung Tahun 2025. Dari target pendapatan pajak Rp 3,3 triliun, Pemkot Bandung berhasil merealisasikan sebesar Rp 3,1 triliun atau dengan capaian 91,7 persen.

Beberapa mata pajak memperlihatkan pencapaian di atas target seperti pendapatan pajak restoran dari target Rp 375 miliar berhasil mendapatkan Rp 433,3 miliar atau 115, 56 persen. Hal serupa juga terjadi pada mata pajak parkir yang mencapai 117,60 persen dari target Rp 20 miliar tercapai Rp 23,5 miliar.

Meskipun demikian, anggota Pansus 15 tetap mengkritisi apa yang dipaparkan oleh Kepala Bapenda. “Walau beberapa mata pajak naik, saya lihat justru realisasi PAD turun. Target tidak selalu menggambarkan potensi,” ujar Anggota Pansus 15 Aan Andi Purnama.

Baca Juga: Trailer Sinetron Jejak Duka Diandra Rabu 15 April 2026: Dimitri Menyesal dan Basahi Diri Demi Dapat Maaf Diandra

Lebih jauh Aan menyebutkan, bahwa paparan tersebut hanya menampilkan realisasi PAD saja. “Indikator kerjanya justru tidak ditampilkan. Padahal dengan melihat indikator kerja kita bisa melihat bagaimana tingkat kepatuhan wajib pajak atau misal indikator pertumbuhan wajib pajak baru,” ujar Aan.

Terkait pajak parkir, juga disentil pimpinan rapat, Heri Hermawan yang menyebutkan pada tahun anggaran sebelumnya justru target parkir cukup besar. “Dulu dalam pembahasan pajak parkir target yang dipatok sebesar Rp 45 miliar, namun justru sekarang hanya Rp 20 miliar,” ujar Heri.

Anggota Pansus 15 lainnya Susanto Triyogo Adiputro juga memberikan pandangan serupa. “Pajak parkir ini saya lihat belum ada perbaikan yang signifikan, bahkan cenderung ada lost potential,” ujar Susanto.

Baca Juga: Sinetron Terikat Janji RCTI Hari Ini Rabu 15 April 2026, Keren Gacor, Netizen Sayangkan Durasinya, Enaknya PU-nya Nggk Menye-menye...

Susanto menyarankan agar Pemkot Bandung bisa membangun ekosistem ekonomi seperti yang terlihat di BSD. “Kota Bandung itu SDM-nya mumpuni di segala bidang mulai dari film, ekraf bahkan soal keuangan, namun kiprah kantor-kantor mereka justru di Jakarta, Serpong dan lainnya,” ujar Susanto.

Hal senada juga dilontarkan Anggota Pansus 15 lainnya, Maya Himawati. “Saya selalu ingat statemen Wali Kota soal Pariwisata Kota Bandung harus jadi nomor satu, namun saya lihat pendapatan dari sektor ini tidak signifikan. Ini harus dikaji oleh Bapperinda Kota Bandung,” ujarnya.***

Tags

Terkini