daerah

Rasio Gini dan Stunting Kota Bandung Turun, Farhan: Tetap Masih Menjadi Tantangan

Jumat, 20 Februari 2026 | 17:40 WIB
Wali Kota Bandung mengakui rasio gini Kota Bandung turun dari 0,44 menjadi 0,42 (Foto: Dok. Diskominfo Kota Bandung)

GORAJUARA - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkapkan, rasio gini Kota Bandung turun dari 0,44 menjadi 0,42.

“Ini tantangan. Walaupun turun, masih jauh di atas standar nasional,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis 19 Februari 2025.

Penurunan angka kemiskinan tidak serta-merta menyelesaikan persoalan ketimpangan. Pergerakan warga dari desil 1–5 ke desil 6 memang menandakan perbaikan, tetapi sekaligus menimbulkan risiko baru terkait akses bantuan sosial.

Baca Juga: Amanah Wali 8 Episode 4 RCTI Hari Ini Jumat 20 Februari 2026, Tabir Konflik Baru Mulai Terkuak, Sunar Bergerak di Balik Layar....

Selain itu, persoalan stunting menjadi sorotan utama. Berdasarkan hasil pemantauan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) dan Laci RW, sebanyak 27 persen rumah di Kota Bandung belum memiliki septic tank.

Akibatnya, limbah rumah tangga masih dibuang langsung ke sungai. Kondisi ini memicu tingginya angka diare, yang berkontribusi pada kasus stunting.

Tak hanya itu, rumah tidak layak huni (rutilahu) dengan sirkulasi udara dan pencahayaan buruk turut memicu tingginya kasus tuberkulosis (TBC).

Baca Juga: Masuk Ramadhan 2026, Inara Rusli Sampaikan Permintaan Maaf kepada Anak: Mami Cuma Manusia Biasa yang...

Farhan menilai persoalan septic tank tidak sederhana. Banyak rumah di gang padat memiliki toilet di bagian belakang yang menghadap sungai.

Untuk memindahkan saluran ke septic tank komunal di depan rumah, warga membutuhkan biaya sekitar Rp5 juta—angka yang cukup berat bagi sebagian masyarakat.

Sebagai solusi, Pemkot Bandung mengembangkan inovasi biotank. Jika sebelumnya satu septic tank komunal untuk 3–5 rumah menelan biaya Rp21 juta, kini bisa ditekan menjadi sekitar Rp15 juta.

Baca Juga: Jadwal Tayang Drama Korea In Your Radiant Season: Sun-woo Kehilangan Ingatan dan Pertemuan dengan Song Ha-ran

Biotank tersebut tidak perlu disedot secara rutin karena menggunakan cairan pengurai seharga sekitar Rp60 ribu per tiga bulan.

Ke depan, Pemkot akan menyiapkan skema subsidi mirip program rutilahu untuk membantu biaya pemindahan saluran toilet warga.

Halaman:

Tags

Terkini