Pemkot Bandung Dorong Seluruh Sektor Usaha Produktif Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

photo author
Rusyandi, Gora Juara
- Minggu, 15 Maret 2026 | 23:21 WIB
Wali Kota Bandung  menyebutkan Kota Bandung memang menunjukkan perkembangan yang cukup baik (Foto: Dok. Diskominfo Kota Bandung)
Wali Kota Bandung menyebutkan Kota Bandung memang menunjukkan perkembangan yang cukup baik (Foto: Dok. Diskominfo Kota Bandung)

GORAJUARA - Kota Bandung saat ini telah berkembang menjadi salah satu destinasi wisata utama di Indonesia.

"Sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 12 juta wisatawan berkunjung ke Kota Bandung, kata Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Minggu 15 Maret 2026.

Menurutnya, tingginya angka kunjungan tersebut memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, terutama dalam meningkatkan perputaran uang dan aktivitas usaha di berbagai sektor.

Baca Juga: SETIA! Krisjiana Baharudin Mengaku Sulit untuk Selingkuh Usai Menikah dengan Siti Badriah: Aku Tuh Selalu Mikirin...

Ia menjelaskan, meningkatnya jumlah wisatawan turut mendorong geliat ekonomi masyarakat. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menuntut pemerintah untuk terus memperbaiki berbagai aspek pembangunan kota.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung memang menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Meski demikian, secara relatif kondisi ekonomi masih belum sepenuhnya pulih dibandingkan situasi sebelum pandemi.

Farhan mengingatkan pandemi Covid-19 yang mulai melanda pada Maret 2020 telah memberikan dampak besar terhadap berbagai sektor ekonomi di Kota Bandung. Hingga saat ini masih ada beberapa sektor yang belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Sinetron Mencintai Ipar Sendiri RCTI, Netizen Minta Kembalikan Jam Tayang, Jangan Ditaruh di Jam Setan, Tamatkan yang Lain...

Salah satunya adalah sektor transportasi, terutama setelah penutupan bandara Husein Sastranegara yang sebelumnya memberikan kontribusi cukup besar terhadap aktivitas ekonomi daerah. Selain itu, sektor industri pengolahan juga mengalami pertumbuhan yang sangat kecil.

Meski demikian, Farhan menilai, pertumbuhan ekonomi tidak harus selalu bergantung pada pabrik-pabrik besar. Usaha kecil dan menengah justru memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi kota.

“Industri pengolahan tidak harus selalu dalam skala besar. Usaha kecil di tingkat rumah tangga juga termasuk industri pengolahan, seperti produksi makanan, pakaian, sepatu, tahu hingga berbagai produk kerajinan,” ujarnya.

Baca Juga: SELAMAT! TikToker Kasiicun Umumkan Hamil Anak Ketiga, Istri Azhar Dzaki Mengaku Senang Campur Sedih karena Hal Ini

Ia memastikan Pemkot Bandung akan terus mendorong seluruh sektor usaha produktif melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan meningkatnya produksi yang didukung oleh pasar yang kuat, pertumbuhan ekonomi tidak hanya meningkat tetapi juga mampu menciptakan kesejahteraan yang lebih merata.

Farhan juga menyoroti pentingnya pemerataan ekonomi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang hanya bertumpu pada perusahaan besar cenderung membuat keuntungan terkonsentrasi pada kelompok tertentu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rusyandi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini