'Tebar Cinta Akhiri AIDS' Menjadi Momentum dalam Menekan Angka HIV/AIDS di Kota Bandung

photo author
Rusyandi, Gora Juara
- Kamis, 22 Januari 2026 | 20:59 WIB
  Kegiatan Tebar Cinta Akhiri AIDS di Kampus UIN Sunan Gunung Djati pada Kamis, 22 Januari 2026 (Foto: Dok. Diskominfo Kota Bandung)
Kegiatan Tebar Cinta Akhiri AIDS di Kampus UIN Sunan Gunung Djati pada Kamis, 22 Januari 2026 (Foto: Dok. Diskominfo Kota Bandung)

GORAJUARA - Kegiatan "Tebar Cinta Akhiri AIDS" yang berlangsung di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Kamis, 22 Januari 2026, menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan mahasiswa untuk menekan angka kasus HIV/AIDS di Kota Bandung.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Baznas Kota Bandung bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung dan Pemerintah Kota Bandung ini diikuti oleh mahasiswa sebagai sasaran utama sosialisasi dan edukasi kesehatan terkait HIV dan AIDS.

Ketua Baznas Kota Bandung, Akhmad Roziqin menyebut, isu kesehatan masyarakat, termasuk HIV dan AIDS, merupakan bagian dari mandat utama Baznas.

Baca Juga: Sinetron Cinta Sepenuh Jiwa RCTI Malam Ini Kamis 22 Januari 2026, Lidya Diminta Rico Bertemu Suryono di Gudang di Pinggir Kota...

Menurutnya, Baznas memiliki tanggung jawab dalam pemenuhan lima kebutuhan dasar masyarakat, yakni kesehatan, agama, sosial kemanusiaan, ekonomi, dan pendidikan.

“Urusan kesehatan masyarakat Kota Bandung adalah prioritas bagi Baznas. Dana yang digunakan pun berasal dari masyarakat Kota Bandung dan dikembalikan lagi untuk kemaslahatan warga Kota Bandung,” ujarnya

Rozikin menjelaskan, program Tebar Cinta Akhiri AIDS telah digagas dan dijalankan bersama KPA Kota Bandung selama lebih dari satu tahun.

Baca Juga: El Rumi Ngaku Tak Bisa Tidur Sebelum Lamar Syifa Hadju di Hadapan Keluarga Besar, Ini Penyebabnya

Program ini akan terus berlanjut karena persoalan HIV, AIDS, TBC, dan malaria masih menjadi tantangan nyata dalam kehidupan masyarakat.

Dalam bidang kesehatan, lanjutnya, Baznas fokus pada empat pendekatan, yakni preventif, kuratif, rehabilitatif, dan promotif. Kegiatan di UIN SGD Bandung ini difokuskan pada aspek promotif melalui peningkatan kesadaran dan pemahaman generasi muda.

“Mahasiswa diharapkan tidak hanya paham, tetapi juga memiliki empati serta tidak melakukan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV dan AIDS. Pencegahan dan sikap saling menghargai harus berjalan beriringan,” katanya.

Baca Juga: Ini Respons Ahmad Dhani Usai Diminta Undang Once Nyanyi di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung menyampaikan, penanggulangan HIV dan AIDS membutuhkan kolaborasi lintas sektor, tidak cukup hanya dari sisi medis.

Ia memaparkan, kondisi HIV di Kota Bandung saat ini berada pada fase terkontrol dengan tren pengendalian yang positif, meskipun belum sepenuhnya stabil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rusyandi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini