Bahaya Diabetes : Kenapa Diabetes Itu Bahaya

photo author
- Senin, 15 November 2021 | 21:13 WIB
Penyakit diabetes bisa mengakibatkan terjadinya pembusukan bagian tubuh apabila sudah parah.*** (Gorajuara/Unsplash Mathilde Langevin)
Penyakit diabetes bisa mengakibatkan terjadinya pembusukan bagian tubuh apabila sudah parah.*** (Gorajuara/Unsplash Mathilde Langevin)

GORAJUARA - Diabetes adalah salah satu dari tiga Silent Killers yang mengerikan namun sering disepelekan.

Salah satu efek/dampak dari diabetes yang sudah parah adalah terjadinya pembusukan di bagian tubuh tertentu.

Peningkatan gula darah dapat merusak saraf sehingga memicu terjadinya neuropati perifer atau kematian saraf perifer.

Perifer artinya tepi atau daerah paling jauh dari batang tubuh kita, misalnya kaki.

Neuropati perifer menyebabkan kamu kehilangan sensasi akan nyeri. Akibatnya, luka dapat sering terjadi.

Baca Juga: Ace Hasan Salurkan Bantuan Kepada Puluhan Madrasah di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat

Baca Juga: Waduh, Ada Apa Ini Alun-alun Bandung Dinilai Kurang Nyaman

Selain itu, kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi aliran darah menuju bagian tepi.

Kalau sudah begini akan parah karena nutrisi dan oksigen tidak tersalurkan secara maksimal pada daerah luka, apalagi sel darah putih.

Akibatnya, luka akan terus memburuk, parah, dan berakhir busuk. Inilah kondisi yang kemudian menciptakan gangren.

Diabetes bisa terjadi karena resistensi insulin. Resistensi insulin adalah kondisi ketika insulin tidak lagi diproduksi sehingga glukosa akan terombang-ambing di dalam darah.

Insulin berperan juga sebagai pintu masuk sel dalam menerima glukosa. Kalau tidak ada insulin, sel akan kelaparan.

Baca Juga: Jadwal Liga Italia 20-23 November: Inter Milan Tantang Napoli, Fiorentina vs AC Milan

Baca Juga: Berikut Ini Profil dan Biodata Singkat si Legenda MotoGP, Valentino Rossi, The Last Dance

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abu Rahma

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini