GORAJUARA - Jumlah virus korona tumbuh secara eksponensial, menginvasi tubuh penderita dengan begitu cepat.
Pada titik ini, penderita masih belum menunjukkan gejala yang berarti. Akan tetapi, statusnya menjadi OTG (orang tanpa gejala).
Tanpa dia sadari, ia membawa banyak virus corona di dalam tubuhnya.
Jika dia meremehkan protokol pembatasan sosial dan penggunaan masker, banyak orang yang akan tertular darinya.
Baca Juga: Meraih Tiga Keberkahan dengan Berdoa di Pagi Hari yang Dilakukan Rasulullah Saw
Baca Juga: Gol Telat Serbia Gagalkan Tiket Ronaldo Cs ke Putaran Final Piala Dunia 2022
Peningkatan jumlah virus yang menginfeksi jaringan paru-paru memicu respons untuk batuk.
Sel epitel kita rupanya mengorbankan diri untuk memberi tahu sel imun tentang bahaya serius yang mereka hadapi.
Otak memantau sehingga memerintahkan sistem pernapasan untuk mengeluarkan virus. Pada kondisi ini, batuk sering muncul.
Salah satu jenis sel alveolus (Type II cells) yang melihat kekacauan ini, kemudian memanggil makrofag untuk datang ke tempat bencana.
Dari sinilah virus korona menyadari bahwa mereka mulai terancam. Mereka telah membangunkan singa yang tidur.
Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2022: Kroasia Lolos Berkat Gol Bunuh Diri
Baca Juga: Hasil MotoGP Valencia 2021, Fransesco Bagnaia Juara, Valentino Rossi Urutan 10 Besar
Siapa singa yang dimaksud? Benar! Pasukan imun kita.