• Rabu, 1 Desember 2021

Kemenag Ungkap Penggunaan Pengeras Suara di Masjid atau Mushala sesuai Dirjen Bimas Islam 1978

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:30 WIB
Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin/Kemenag.go.id
Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin/Kemenag.go.id

JAKARTA, GORAJUARA - Kementerian Agama melalui Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin angkat bicara terkait masalah media asal Prancis Agency France-Presse (AFP) yang menyoroti suara azan di Indonesia.

Kamaruddin menjelaskan, azan adalah panggilan bagi umat Islam untuk menunaikan salat. Kementerian Agama juga telah menerbitkan Instruksi Dirjen Bimas Islam tahun 1978. Isinya mengenai Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Mushala.

"Azan adalah panggilan salat, sehingga dikumandangkan pada waktunya. Durasi azan juga tidak lama," kata Kamaruddin, dikutip Gorajuara dari laman Kemenag, Sabtu 16 Oktober 2021.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari ini

Menurutnya, instruksi No Kep/D/101/1978 diterbitkan seiring meluasnya penggunaan pengeras suara oleh masjid/langgar/mushala di seluruh Indonesia.

"Baik untuk azan, iqamah, membaca ayat Al-Qur'an, membaca doa, peringatan hari besar Islam, dan lainnya," ujarnya.

Selain menimbulkan kegairahan beragama dan menambah syiar kehidupan keagamaan, lanjutnya, sebagian lingkungan masyarakat kadang juga menimbulkan ekses rasa tidak simpati disebabkan pemakaiannya kurang memenuhi syarat.

Baca Juga: Jack Miller Dimata Legenda Balap Motor Mick Doohan

"Agar penggunaan pengeras suara oleh masjid/langgar/mushalla lebih mencapai sasaran dan menimbulkan daya tarik untuk beribadah kepada Allah, saat itu, tahun 1978 dianggap perlu mengeluarkan tuntunan pengeras suara untuk dipedomani oleh para pengurus masjid/langgar/mushala di seluruh Indonesia," tegasnya.

Halaman:

Editor: Buddy Wirawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Reuni 212 Besok Diselenggarakan Di Dua Titik

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:33 WIB
X