daerah

Wali Kota Bandung, Farhan: Apjatel Wajib Selesaikan Galian Utilitas Sebelum 12 Maret 2026

Senin, 9 Maret 2026 | 21:43 WIB
Salah satu titik galian utilitas yang masih berantakan di salah satu ruas jalan Kota Bandung (Foto: Dok. Diskominfo Kota Bandung)

GORAJUARA - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, tegas memberikan tenggat waktu kepada para penyedia jaringan telekomunikasi dan kontraktor untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan galian utilitas di Kota Bandung paling lambat pada 12 Maret 2026.

Farhan meminta BUMN Telkom dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) segera mempercepat proses pengerjaan dan merapikan kembali kondisi trotoar yang telah digali.

Ia juga meminta agar Apjatel menginformasikan kepada publik titik-titik mana saja yang telah selesai dan titik-titik yang masih belum rapi.

Baca Juga: Sinetron Amanah Wali 8 Musala Sultan RCTI hari ini 9 Maret 2026, Sultan Ungkap Maksud Kedatangannya, Bikin Rani Sedih dan Nangis...

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi memang penting untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Namun proses pengerjaannya harus dilakukan dengan tertib serta memperhatikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

“Kami mendukung peningkatan infrastruktur, termasuk jaringan telekomunikasi. Namun pekerjaan di lapangan harus dikelola dengan baik. Kami meminta agar seluruh pekerjaan galian dapat diselesaikan paling lambat 12 Maret sehingga tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Farhan Minggu 8 Maret 2026.

Ia menuturkan, keberadaan galian yang terlalu lama dibiarkan tidak segera diselesaikan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari kemacetan, hingga potensi membahayakan bagi pejalan kaki karena melakukan banyak galian ditrotoar.

Baca Juga: Biodata Singkat Genta KDI, Penyanyi Jebolan Ajang Kontes Dangdut Indonesia yang Meninggal pada Maret 2026

Oleh karena itu, Farhan menekankan pentingnya koordinasi antara penyedia layanan jaringan dengan Pemkot Bandung agar setiap pekerjaan utilitas dapat dilakukan secara terencana dan tidak menimbulkan keluhan warga.

“Hal yang terpenting adalah bagaimana setiap pekerjaan dapat selesai tepat waktu, kemudian kondisi trotoar dikembalikan seperti semula sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman dan aman,” tambahnya.

Farhan berharap seluruh pihak yang terlibat dapat mematuhi tenggat waktu yang telah ditetapkan. Dengan begitu, proses pembangunan infrastruktur tetap berjalan namun kenyamanan masyarakat tetap terjaga.

Baca Juga: Seorang Ustadz Memarahi Sultan Gara-gara Kepergok Bareng Cewek, Bikin Pacarnya Nangis dan Pergi...

“Sekali lagi ini demi kenyamanan masyarakat pengguna jalan dan trotoar,” tuturnya.***

Tags

Terkini