GORAJUARA – Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya, secara resmi mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung dan RSUD Bandung Kiwari untuk segera memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan mereka per Januari 2026.
Desakan tersebut muncul lantaran DPRD melihat masih ada warga Kota Bandung mengeluhkan pelayanan yang diberikan RSUD Bandung Kiwari. Apalagi Dinas Kesehatan maupun Bandung Kiwari telah diberikan gelontoran dana cukup besar dari pemerintah.
"Anggaran untuk Dinas Kesehatan Kota Bandung tahun ini sebesar Rp1,56 triliun sementara Bandung Kiwari Rp250 miliar. Dengan anggaran sebesar ini harusnya dapat memberikan pelayanan kesehatan yang prima," ujar Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya di Gedung DPRD Kota Bandung pada Rabu, 21 Januari 2026.
Baca Juga: 'Tebar Cinta Akhiri AIDS' Menjadi Momentum dalam Menekan Angka HIV/AIDS di Kota Bandung
Kenyataannya, dewan masih menemukan masyarakat yang terkendala dengan pelayanan kesehatan di RSUD Bandung Kiwari. Edwin mengaku ada warga yang mengeluh sulit mendapatkan kamar dan harus rela antre di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut lantaran kurang sigapnya petugas.
"Kami meminta RSUD Bandung Kiwari untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat tanpa membeda-bedakan. Seluruh warga Kota Bandung apapun latar belakangnya berhak mendapatkan layanan kesehatan terbaik," tegas politisi Partai Golkar.
Edwin menginginkan RSUD Bandung Kiwari sesuai namanya yang berarti “kekinian” bisa menjadikan Kota Bandung selalu terdepan dan responsif dalam mengantisipasi masalah kesehatan. Dia pun berharap permasalahan yang menyangkut pelayanan kesehatan publik ini terus dibenahi.
“Kita memiliki semangat yang sama untuk membenahi persoalan pelayanan kesehatan di Kota Bandung. Mudah mudahan kedepan menjadi lebih baik, atau kami akan benar benar melakukan evaluasi terhadap rumah sakit tersebut,” pungkasnya.***