• Kamis, 11 Agustus 2022

Sama-sama Disanksi Karena Flare, Orang PSSI Justru Heran Dengan Perbedaan Sikap Suporter Persib dan Persija

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 17:45 WIB
Perbedaan sikap suporter Persib dan Persija dalam menyikapi sanksi denda akibat flare (PMJ News)
Perbedaan sikap suporter Persib dan Persija dalam menyikapi sanksi denda akibat flare (PMJ News)



GORAJUARA - Persib dan Persija menjadi dua tim yang mendapat sanksi denda di pekan pertama BRI Liga 1 musim 2022/2023.

Sanksi denda tersebut didapat Persib dan Persija lantaran ulah para suporternya yang menyalakan flare saat pertandingan berlangsung.

Diketahui suporter Persib yakni Bobotoh menyalakan flare saat kontra Bhayangkara FC, sementara Jakmania yang merupakan pendukung Persija berulah saat menghadapi Bali United.

Baca Juga: Ide Lomba 17 Agustusan Untuk Anak Usia TK dan Balita

Persib menjadi tim paling besar dalam jumlah sanksi sebab tim berjuluk Maung Bandung itu mendapat denda sebesar Rp 200 juta. Sedangkan Persija hanya dikenai sanksi sebesar Rp 50 juta.

Saat Persib dan Persija mendapat sanksi denda dari Komdis PSSI itu, Bobotoh dan Jakmania menjadi dua kelompok yang paling disorot.

Hal itu dikarenakan perbedaan sikap yang diambil oleh kedua kelompok tersebut dalam menyikapi sanksi denda akibat penyalaan flare.

Baca Juga: Fakta Unik One Piece: 7 Hal yang Harus Diketahui dari Buggy, si Bajak Laut Penakut yang Penuh Keberuntungan

Jakmania memilih untuk membayar sanksi denda setengahnya dan meminta maaf secara terbuka terhadap manajemen Persija.

Sementara Bobotoh tidak melakukan aksi apapun termasuk membayar sanksi denda akibat penyalaan flare itu.

Bahkan perbedaan sikap yang ditampilkan Bobotoh dan Jakmania itu pun sempat mengundang keheranan dari salah seorang petinggi PSSI.

Baca Juga: Cesar Azpilcueta Resmi Bertahan di Chelsea Hingga Tahun 2024, Barcelona Terpaksa Gigit Jari

Keheranan petinggi PSSI itu diungkap oleh peneliti hukum dan olahraga Eko Noer Kristiyanto atau yang akrab disapa Eko Maung.

Pada awalnya, Eko Maung mengaku sempat berkomunikasi dengan salah seorang petinggi PSSI yang tidak disebutkan namanya.

Kemudian petinggi PSSI itu menanyakan terkait Eko Maung yang apakah sudah mengetahui hasil sanksi Persib dan Persija atau belum.

Baca Juga: Fakta Unik One Piece: 6 Hal Menarik dari Crocodile, Mantan Shichibukai yang Kini Jadi Nakama Buggy

"Saya calingan sama salah seorang petinggi sepakbola di pusat," kata Eko diikuti GORAJUARA dari kana Youtube Bobotoh TV, Jumat 5 Agustus 2022.

"Kang Eko gimana udah tahu hasil sanksi," sambungnya menirukan pertanyaan dari salah seorang petinggi PSSI.
 
Saat menjawab sudah mengetahui hasil sanksi tersebut, Eko Maung mengaku mendapat pertanyaan lagi dari petinggi PSSI itu.

Baca Juga: Ninuninu! Isyarat Arya Saloka Balik ke Amanda Manopo di Ikatan Cinta Semakin Jelas, Fans Aladin Siap?

Kali ini petinggi PSSI itu merasa heran dan mempertanyakan terkait perbedaan sikap Bobotoh dan Jakmania.

"Ia beda banget ya yang ini respon Persija suporternya langsung udunan," ucapnya menirukan kembali ucapan petinggi PSSI tersebut.

Eko Maung lantas menjawab bahwa perbedaan sikap Jakmania dan Bobotoh dalam menanggapi sanksi denda itu ditengarai oleh kepemimpinan di dua kelompok suporter tersebut.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini, Jumat 5 Agustus 2022 Lengkap, Taurus: Jangan Bandingkan Suskesmu dengan Orang Lain

Menurut Eko Maung, kepemimpinan dan regenerasi pemimpin Jakmania lah yang membuat mereka bisa  mengakui kesalahan atas ulah anggotanya.

"Mereka bagus reggaenerasi pemimpinnya jalan saya katakan untuk level suporter mengumpulkan 25 juta udunan itu kalau kepemimpinannya jelek kepemimpinannya enggak jalan itu enggak akan bisa," ungkap Eko Maung kepada petinggi PSSI.

Lebih jauh Eko Maung menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh Jakmania itu tidak bisa diikuti oleh Bobotoh di Bandung.

Sebab di Bandung menurutnya, banyak sekali Bobotoh yang berbeda pandangan dalam menyikapi hasil sanksi denda akibat flare tersebut.

Terlebih di dalam induk Bobotoh sendiri, saat ini tidak memiliki figur pemimpin yang kuat sehingga tak bisa satu komando.***

Editor: Hari Priyadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tarik Tambang di Balik Catatan Sejarah Indonesia

Rabu, 10 Agustus 2022 | 22:30 WIB