KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman Minta Prajurit TNI AD Jangan Jadi Ayam Sayur

photo author
Rusyandi, Gora Juara
- Selasa, 25 Januari 2022 | 18:32 WIB
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman (Foto: Gorajuara.com/Dok. alonesia.com)
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman (Foto: Gorajuara.com/Dok. alonesia.com)

GORAJUARA - Prajurit TNI Angkatan Darat adalah seorang petarung sejati.

Seorang petarung tidak pernah ragu dalam bersikap atau pun mengambil tindakan tegas, terlebih lagi ketika berhadapan dengan kelompok penggangu Pancasila.

Demikian diungkapkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman pada Apel Pasukan di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Januari 2022.

Baca Juga: Jay Park Dikabarkan Hiatus, Instagramnya Hilang

"Saya minta kalian harus jadi petarung, jagoan, dan pemberani. Jangan jadi ayam sayur, kalau diadu kalahan," tandas  KSAD.

Dudung Abdurachman di hadapan ribuan prajurit TNI Angkatan Darat ketika menggelar Apel Pasukan di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Januari 2022. Selain itu,

Mantan Pangkostrad meminta, seluruh prajurit TNI Angkatan Darat agar selalu mendekatkan diri kepada rakyat melalui pembinaan teritorial.

Baca Juga: Kejam, Para Pacandu Narkoba yang Dipekerjakan di Pabrik Sawit Bupati Langkat Tidak Digaji

Hal itu, kata Dudung, guna mengantisipasi kemunculan paham radikalisme di tengah-tengah rakyat. Seluruh prajurit TNI AD di seluruh Indonesia agar berani mengambil sikap tegas ketika berhadapan dengan siapa pun yang berusaha atau mencoba-coba menggangu persatuan dan kesatuan Indonesia.

Mantan Pangdam Jaya juga mewanti-wanti agar anak buahnya untuk senantiasa menjalin kebersamaan dengan rakyat dalam mengantisipasi gerakan radikalisme yang saat ini tengah menyasar generasi muda baik di lingkungan sekolah-sekolah, di kampus-kampus, maupun di tengah masyarakat luas.

"Apabila terjadi sesuatu, maka TNI dan rakyat akan bahu membahu memukul kelompok-kelompok yang mencoba mengganggu kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Baca Juga: Waduh! Angel Karamoy Bagikan Foto Bagian Sensitif di Instagramnya

Rakyat Indonesia sangat menantikan ketegasan dan kehadiran kita, tegas Dudung, termasuk keberanian kita. Keberanian sudah ditunjukan pada 10 november 1945 dengan berbekal bambu runcing.

"Rakyat dan tentara membuktikan saat itu dipimpin oleh Bung Tomo mengusir penjajah dan sekutu walaupun di serang dari darat, laut, maupun udara," katanya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rusyandi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini