• Sabtu, 2 Juli 2022

Tumbuhkan Kepedulian Peserta Didik, Cara SMP Negeri 1 Situraja Wududkan Visi Misi Sekolah ‘Keren’

- Minggu, 12 Desember 2021 | 07:15 WIB
Kepala SMP Negeri 1 Situraja, Iis Timiyati, S.Pd., (Foto: Gorajuara.com)
Kepala SMP Negeri 1 Situraja, Iis Timiyati, S.Pd., (Foto: Gorajuara.com)

GORAJUARA - Apa yang dilakukan Kepala SMP Negeri 1 Situraja, Iis Timiyati, S.Pd., selama ini di sekolah yang kekolanya, tiada lain guna mewujudkan visi misi sekolah yang ‘KEREN’.

Sekolah Keren, yakni kompetitif, enerjik, religius, empati dan nyaman demi terciptanya sarana dan prasarana yang memadai, berwawasan lingkungan, serta ramah anak.

Salah satu program yang menjadi prioritas yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Situraja, Kabupaten Sumedang adalah pembuatan serapan biopori.

Baca Juga: Mitos-Mitos Keperawanan yang Harus Kita Perhatikan

Kenapa program yang dijalankannya lebih fokus terhadap pembuatan serapan biopori? Menurut Iis, sebab krisis air di musim kemarau menjadi salah satu permasalahan di sekolah yang dipimpinnya.

“Akibat krisis air inilah, maka ada beberapa program sebelum pandemi Covid-19 agak terhambat, seperti program keagamaan akibat krisis air bersih,” katanya.

“Karena ketersediaan air wudhu, maka kegiatan sholat dhuha berjamaah dan sholat berjamaah lainnya menjadi terhambat,” lanjut Iis.

Baca Juga: Pemerintah Terbitkan Aturan Baru Cegah Penyebaran Kasus Covid-19 Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Namun demikian, tutur Iis, pelaksanaan sholat dhuha berjamaan dan sholat berjamaah tetap bisa terlaksana, hanya  dilaksanakan secara bergiliran.

“Itu salah satunya, belum lagi untuk keperluan sehari-hari warga sekolah, seperti buang air besar dan kecil, serta cuci tangan,” ucapnya.

Hal itulah, tandas Iis, kami merasa perlu untuk membuat suatu inovasi kegiatan yang bisa membantu sekolah menanggulangi krisis air.

Baca Juga: Hati-hati dengan Pesantren Tawarkan Pendidikan Gratis, Jangan Cepat Tergiur Cek Legalitasnya

“Sehingga kebutuhan air bersih di sekolah pada musim kemarau bisa terpenuhi,” ujarnya.

Kegiatan pembuatan lubang resapan biopori, tegas Iis, sebagai program yang diunggulkan dan diprioritaskan di SMP Negeri 1 Situraja.

Pelaksanaan kegiatan pembuatan lubang pun akan dibatasi hanya tiga orang perwakilan dari tiap kelompok warga sekolah.

Baca Juga: Mang Oded Meninggal Sebelum Salat Jumat, Suasana di Depan Pendopo Bikin Warga Terkesima

“Waktu pelaksanaannya bergiliran sesuai jadwal, mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19, karena untuk menghindari kerumunan,” ujar Iis.

SMP Negeri 1 Situraja berencana dalam memenuhi kebutuhan air bersih di saat musim kemarau adalah sebagai berikut:

1. Membuat 40 lubang resapan biopori untuk meresepkan air ke dalam tanah
2. Meresepkan air hujan ke dalam tanah untuk cadangan air di musim kemarau
3. Mengurangi sampah organik di lingkungan sekolah
4. Membuat pupuk kompos untuk menyuburkan tanaman di lingkungan sekolah
5. Memberi pengetahuan cara membuat lubang serapan biopori
6. Membentuk karakter warga sekolah (kepala sekolah, guru staf tenaga kependidikan, dan peserta didik) yang peduli terhadap lingkungan
7. Membantu masyarakat sekitar sekolah dalam menyimpan cadangan air.

Baca Juga: Polri Memastikan Chek Point dan Penyekatan Tetap Diberlakukan pada Libur Natal dan Tahun Baru

Adapun langkah-langkah pelaksanaan pembuatan adalah sebagai berikut:

1. Buat lubang silindris secara vertical ke dalam tanah dengan diameter 10 cm, kedalaman sekitar 100 cm, dan jarak antar lubang antara 50-100 cm.
2. Mulut lubang dapat diperkuat dengan  semen selebar 2-4 cm setebal 2 cm
3. Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman atau dedaunan.
4. Sampah organik perlu ditambahkan jika isi lubang sudah berkurang atau menyusut akibat proses pelapukan.
5. Kompos yang berbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang.***

Editor: Rusyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pak Suarham Guru SLB, Lolos P3K Mengajar di SMA

Jumat, 1 Juli 2022 | 09:35 WIB