GORAJUARA - Neutrofil bersama pasukan imun yang lain membunuh secara brutal virus-virus nakal tersebut.
Tanpa mereka sadari, ruang alveolus kini dipenuhi oleh cairan yang dapat mengganggu pertukaran oksigen dan CO2.
Jumlah oksigen di dalam darah mulai menurun dan karbondioksida mulai naik.
Otak menganggap ini sebagai kesalahan dan memaksa otot pernapasan untuk menggenjot masuk lebih banyak oksigen.
Pada proses ini, penderita mulai sesak napas.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini, Edisi Senin 15 November 2021
Baca Juga: Meraih Tiga Keberkahan dengan Berdoa di Pagi Hari yang Dilakukan Rasulullah Saw
Pasukan imun merasakan kebingungan karena perintah dari otak menjadi tidak jelas.
Salah satu pasukan imun pembunuh kuat yang lain, Killer T-Cell, mulai error.
Biasanya, sel T ini menyuruh sel-sel yang terinfeksi untuk bunuh diri.
Namun, sel-sel yang sehat pun diperintahkan untuk ikutan bunuh diri.
Semakin banyak sel imun yang datang, semakin banyak pula kerusakan yang terjadi.
Jumlah virus korona yang terlalu banyak dan jumlah kerusakan yang terjadi pada alveolus pun terlalu banyak.
Baca Juga: Gol Telat Serbia Gagalkan Tiket Ronaldo Cs ke Putaran Final Piala Dunia 2022