Sidang yang membacakan pleidoi atau nota pembelaan terhadap Richard Eliezer dilakukan di PN Jakarta Selatan pada Rabu, 25 Januari 2023 kemarin.
Baca Juga: Sudah Tidak Bersama Amanda Manopo Lagi, Arya Saloka Kesal Terus Dihujat Netizen dan Coba Tetap Sabar
"Setelah menjalani empat kali tes Bintara dan terakhir tes Tamtama, dimana sepanjang tes berkali-kali dari 2016 sampai 2019," ucap Richard Eliezer.
Ketika itu juga saat disela-sela perjuangan Richard tes masuk kepolisian, dia sambil tetap bekerja jadi sopir di Hotel yang terletak di Manado.
"Empat tahun saya pun juga tetap bekerja sebagai sopir di sebuah hotel di Manado," ujarnya.
Baca Juga: SAH!Richard Eliezer Di Vonis 1 Tahun 6 Bulan, Masih Bisa Berkarir di Kepolisian?
Perjuangan selama menjalani empat kali tes Bintara akhirnya membuat karir Richard Eliezer demi negara terwujud di umur yang masih muda.
Uniknya setelah empat kali tes Bintara dan dinyatakan lulus, Richard Eliezer mengaku, ternyata dia di posisi peringkat kesatu di Polda Sulut.
Richard Eliezer yang berasal dari keluarga yang sederhana dan lahir pada 14 Mei 1998 di Manado, Sulawesi Utara akhirnya kini menjadi anggota polisi.
Baca Juga: Bukti Anak Arya Saloka Lebih Sayang ke Putri Anne Ketimbang dengan Ayahnya karena Merasa Tak Bahagia
Richard bisa beraih pangkat golongan Tamtama atau Bhayangkara Dua membuat dia sangat bangga.
Sampai pada akhirnya Richard menjadi ajudan eks Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo yang menyuruh dia untuk menembakkan senjata ke arah Brigadir J.
Kasus pembunuhan berencana tersebut membuat Richard Eliezer akhirnya divonis hukuman 1,6 penjara oleh Majelis Hakim PN Jakarta Selatan.
Baca Juga: Ruang Ganti PSG Memanas! Neymar dan Messi Dapat Kode dari Pemain Barcelona? Ini alasanya...
Adapun potret Richard Eliezer saat bertugas jadi Tamtama bisa lihat di bawah ini yang dilansir dari Instagram @richardlumiu: