GORAJUARA – Maya Regev, seorang warga Israel yang dibebaskan oleh pejuang Hamas tengah menjadi sorotan di jagad maya.
Ketika dibebaskan, Maya berjalan menggunakan bantuan tongkat karena luka ditubuhnya.
Maya sempat dilarikan ke Soroka Medical Center, Beersheba Israel untuk menjalani operasi.
Baca Juga: Penjabat Gubernur Jawa Barat Menetapkan UMP 2024: Kenaikan Signifikan untuk Perekonomian Regional
Kondisi Maya relatif stabil meskipun ada beberapa luka yang menyebabkan ia sulit berjalan dan harus menggunakan bantuan tongkat.
Setelah tiba di rumah sakit, Maya mengaku bahwa selama disandera ia diperlakukan sangat manusiawi oleh Hamas.
Hamas tak segan menyediakan obat-obatan medis, makanan, minuman, dan make up untuk para sandra.
Salah satu video viral yang berisi kedekatan Maya dengan salah satu tentara Hamas yang mengantarnya saat pembebasan dirinya.
Dalam video tersebut, seorang pejuang Hamas berkata pada Maya, “Bye Maya,” yang ditanggapi maya dengan kalimat “Bye, Syukran,”.
Selain itu tatapan Maya pada tentara Hamas juga jadi sorotan publik.
Baca Juga: Perubahan Gaji Pensiunan PNS oleh PT Taspen: Rp 4 Juta untuk Golongan Berikut Ini
Netizen beranggapan bahwa tatapan Maya adalah tatapan cinta.
Berawal dari viralnya tatapan Mata kepada pejuang Hamas adalah tatapan jatuh cinta, sebagian ada yang mengaitkan Maya mengalami Stockholm Syndrome. Apa itu?