Palestina Terkini: Menteri Kesehatan Umumkan 5000 Orang Meninggal, Serangan Israel Hujani Gaza Semalaman

photo author
Ilham Rustian, Gora Juara
- Senin, 23 Oktober 2023 | 21:22 WIB
Ribuan orang meninggal akibat serangan Israel di Gaza (Foto: Gorajuara/ Twitter/ @Tarihimle)
Ribuan orang meninggal akibat serangan Israel di Gaza (Foto: Gorajuara/ Twitter/ @Tarihimle)

GORAJUARA - Kementerian Kesehatan Gaza menuturkan lebih dari 5.000 orang tewas akibat serangan Israel, termasuk lebih dari 2.000 anak-anak.

Dilansir dari The Guardian oleh Gorajuara, Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza mengatakan setidaknya 5.087 warga Palestina meninggal dalam serangan Israel sejak 7 Oktober.

Dikatakan oleh Kementerian Kesehatan bahwa korban meninggal termasuk 2.055 anak-anak serta 15.273 orang terluka.

Baca Juga: Jurnalis Palestina Rushdi Sarraj Tewas Dalam Serangan Bom Tentara Zionis Israel di Gaza

Kementerian Kesehatan menyebut jumlah korban tewas dalam 24 jam terakhir sebanyak 436 orang, termasuk 182 anak-anak.

Dikatakan sebagian besar korban jiwa terjadi di Jalur Gaza selatan, tempat militer Israel memerintahkan warga Palestina untuk mengungsi.

Klaim tersebut belum diverifikasi secara independen.

Baca Juga: Soroti Pengeboman Rumah Sakit di Gaza Palestina, Mohamed Salah Serukan Hal Ini untuk Pemimpin Dunia

Israel mulai melancarkan serangan balasan setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan yang menewaskan sedikitnya 1.400 orang.

Adapun sebagian besar korban serangan Hamas dilaporkan adalah warga sipil, termasuk di sebuah festival musik dan di komunitas dekat perbatasan Gaza.

Di sisi lain Israel mengintensifkan serangan udara dan meningkatkan pemboman di Gaza semalaman.

Baca Juga: Joe Biden Marah Atas Serangan ke Rumah Sakit di Gaza Palestina, Amerika Serikat Lakukan Veto atas Hal Ini

Dikutip dari The Guardian oleh GORAJUARA, juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, mengatakan negaranya telah meningkatkan serangan udara di Gaza untuk mencapai sasaran yang akan mengurangi resiko bagi pasukan pada tahap perang berikutnya.

Invasi darat diperkirakan akan terjadi, namun waktunya masih belum jelas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muhammad Fariz Kurniawan

Sumber: The Guardian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini