GORAJUARA - Menyimak komentar negatif yang disampaikan masyarakat di media sosial, Dr. Toto Suharya, S.Pd, M.Pd. Sekjen DPP AKSI menilai anak-anak didik perlu belajar berpikir ilmiah.
Kemampuan berpikir masyarakat kita memang memprihatinkan. Media sosial yang digunakan oleh masyarakat tanpa kelas, bisa berbicara apa saja tanpa ada pertimbangan keilmuan.
Seorang berpendidikan suaranya sama dengan orang tidak berpendidikan, mereka bisa bersuara di media sosial. Orang berpendidikan berbicara sesuai dengan kapasitas keilmuannya.
Baca Juga: Study Tour Dari Sudut Pandang Pendidikan...Tidak Paksaan dalam Merdeka Belajar...
Seorang tidak berpendidikan berbicara apa saja yang dia ketahui. Orang tidak berpendidikan ketika berbicara tidak dilandasi oleh data-data yang bisa dipertanggungjawabkan.
Setiap orang berbicara sesuai dengan pengetahuan, pengalaman, yang pernah dialaminya. Orang tidak berpendidikan biasanya tidak suka berkorban, dan menuntut orang lain yang berkorban.
Orang tidak berpendidikan tidak menghormati ilmu, karena bagi mereka uang lebih berharga dari ilmu. Sudut pandang apapun, orang tidak berpendidikan selalu dari nilai uang.
Baca Juga: Tiga faktor Usaha Pendidikan Karakter... Ala Pak KCD Wilayah VII
Orang tidak berpendidikan menilai kecelakaan di Subang dari sudut pandang uang. Solusi-solusi yang diberikan orang tidak berpendidikan pada akhirnya supaya tidak keluar uang.
Parsangka-prsangka buruk pada guru tentang study tour selalu terkait uang. Study tour disangka usaha guru mendapat keuntungan.
Gambaran masyarakat seperti ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan. Pengajaran berpikir ilmiah perlu ditingkatkan. Masyarakat berpikir ilmiah tanda dari masyarakat berperadaban.
Baca Juga: Bekerjalah Sampai Negeri Belanda...Jangan Lupa Investasi Biar Kaya...
Anak-anak harus diberi pengajaran membedakan opini publik dan pendapat ahli. Opini publik mengeluarkan pendapat berdasarkan hawa nafsu. Pendapat ahli berdasarkan kapasitas ilmu.
Anak-anak yang diajari cara-cara beprikir ilmiah sejak sekolah, kelak dia akan jadi anggota masyarakat berpendidikan. Melihat kondisi masyarakat sekarang, dunia pendidikan telah gagal.