Untuk menghindari tersinggungnya beberapa pihak, dan demi keamanan keputusan ini juga merupakan saran dari penasehat hukum.
Sehingga film ini memiliki hukum fiktif dan nama penjara fiktif yang dibuatnya sendiri.
2. Profesi tokoh utama
Baca Juga: Escargot Hotel Adalah Artinya Apa? Istilah yang Viral di Tiktok, Plesetan Kata Dewasa?
Film yang dibintangi oleh Vino G. Bastian dan Mawar Eva De Jongh akan menampilkan Vino yang berprofesi sebagai penjual balon.
Sedangkan dalam versi asli Korea Selatan, tokoh yang serupa memiliki profesi sebagai juru parkir.
Namun, baik tokoh utama versi orisinil maupun Indonesia sama-sama memiliki keterbelakangan mental.
Baca Juga: Apa Itu Strict Parents? Simak Ciri-ciri, Tanda dan Dampak Pada Anak, Salah Satunya Merusak Mental
3. Iklim yang berbeda
Pada versi Korea diceritakan awal permasalahan terjadi ketika seorang anak terpeleset salju pada musim dingin.
Sedangkan di Indonesia tidak ada yang namanya musim dingin seperti salju. Jika hal tersebut diadopsi ke remake film Indonesia pasti akan rancu.
Sehingga pihak produksi sepertinya telah menyiapkan jalan cerita lain yang lebih masuk akal di Indonesia.
Itulah tiga perbedaan antara film Miracle in Cell No 7 versi Indonesia dengan versi orisinilnya yaitu Korea Selatan. Selamat menyaksikan di seluruh bioskop tanah air mulai 8 September 2022.***