Beberapa jurnal menjelaskan bawah paparan cahaya memengaruhi fungsi kardiovaskular.
Sistem kardiovaskuler yang baru saja memasuki fase aktivitas rendah tidak siap jika harus terjun payung dari kondisi normal.
Seluruh tanda-tanda vital mulai menunjukkan peningkatan, termasuk denyut nadi, suhu badan, dan tekanan darah.
Tidak hanya itu saja, perubahan pada irama sirkadian rupanya juga memengaruhi agregasi trombosit.
Padahal, pada kondisi normal, peningkatan agregasi trombosit terjadi di pagi hari.
Peningkatan agregasi trombosit berhubungan dengan kemampuan mereka membentuk gumpalan darah.
Jika aliran darahmu tidak lancar, tentu hal tersebut menjadi suatu masalah.
Aktivitas fisik akan menurun di tengah malam, padahal gumpalan-gumpalan bekuan darah mulai terbentuk di dalam darahmu.
Jika kebiasaan ini terus berlanjut, gumpalan-gumpalan tersebut bisa mampir ke jantung yang dapat menyumbat pembuluh koroner.
Jika penyumbatan pembuluh darah koroner terjadi, maka akan ada serangan jantung.
Baca Juga: Mengenal Ismail Marzuki, Pahlawan Nasional yang Tampil Jadi Google Doodle 10 November 2021
Pada beberapa kasus, gangguan pada sistem kardiovaskuler dapat memicu sudden cardiac arrest, atau henti jantung mendadak.
Jika tidak tertolong, orang bisa meninggal mendadak.
Bagaimana jika bekuan darah sampai ke otak? Jawabannya adalah stroke.***