GORAJUARA - Penyakit gagal ginjal akut misterius yang saat ini banyak menyerang anak-anak dan balita belum diketahui penyebabnya.
Meski Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes RI) bersama Ikatan Anak Indonesia (IDAI) dan Badan Pengawas Obat Dan Makanan RI (BPOM RI) sudah melakukan tindakan pencegahan dan sosialisasi tentang penyakit gagal ginjal akut misterius, namun belum sepenuhnya membuat masyarakat bisa bernafas lega.
Menurut Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes RI) mengungkapkan bahwa penyakit gagal ginjal akut misterius yang menyerang anak-anak dan balita di 20 provinsi di Indonesia.
Baca Juga: Link Baca Manga One Piece 1064 Sub Indo: Tak Sudi Dipecundangi Law, Kurohige Teach Pamer Jurus Baru
Berdasarkan informasi dari Kemenkes RI sampai dengan tanggal 18 Oktober 2022 dilaporkan sebanyak 20 anak mengalami penyakit gagal ginjal akut misterius, dengan 99 diantaranya meninggal dunia.
Penyakit gagal ginjal akut progresif atipikal/ Acute Kidney Injury (AKI) atau lebih dikenal dengan penyakit gagal ginjal akut misterius adalah terjadinya terjadinya penurunan secara cepat dan tiba-tiba fungsi ginjal pada anak.
Penyakit gagal ginjal akut misterius ditandai dengan penuruan volume buang air kecil, hingga tidak buang air kecil sama sekali.
Beberapa gejala gagal ginjal akut misterius yang biasa muncul antara lain sebagai berikut:
Baca Juga: Memperingati Hari Santri Nasional, Habib Jafar Bagi-bagi Buku di Instagramnya
1. Demam, batuk, pilek pada anak usia 0-18 tahun
2. Gejala infeksi saluran cerna yaitu diare, mual dan muntah
3. Warna urine berubah menjadi coklat, terjadi penurunan jumlah urine hingga tidak ada urine sama sekali.
Lalu apa sebenarnya Etilen Glikol (EG)dan Dietilen Glikol(DEG) yang terdapat dalam obat sirup disebut berbahaya untuk ginjal dan menyebabkan penyakit gagal ginjal akut misterius?
Sebenarnya, zat yang biasa digunakan sebagai pelarut dalam obat sirup adalah Propilen Glikol (PG). Tapi beberapa waktu lalu sempat terjadi kelangkaan dan harga yang mahal dibeberapa negara.