Apa Sebenarnya Etilen Glikol dan Dietilen Glikon? Mengapa Harus Dihindari Penggunaannya? Ini Penjelasannya

photo author
Santi Rosdiana Utami, Gora Juara
- Sabtu, 22 Oktober 2022 | 14:47 WIB
Penjelasan BPOM RI Tentang Obat Sirup (Foto: Gorajuara.com/dok: Twitter @nordstelo)
Penjelasan BPOM RI Tentang Obat Sirup (Foto: Gorajuara.com/dok: Twitter @nordstelo)

Baca Juga: Thariq Halilintar Datangi Pameran Perhiasan dan Pesan Cincin, Siap Lamar Fuji?

Di Gambia, Afrika sempat terjadi kasus serupa yaitu penyakit gagal ginjal akut misterius pada anak beberapa waktu lalu.

Ternyata setelah diusut dan diselidiki ada produsen obat sirup yang mengganti Propilen Glikol dengan Etilen Glikol dan Dietilen Glikol yang lebih murah.

Etilen Glikol dan Dietilen Glikol adalah zat yang kerap dijadikan pelarut. Kedua zat ini digunakan pada tahun 1937.

Belakangan ini baru diketahui bahwa Etilen Glikol dan Dietilen Glikol bersifat toxic atau racun pada tubuh.

Baca Juga: Lesti Kejora Akan Tampil di Konser Betrand Peto It's My First Malam Ini Pasca Jadi Korban KDRT

Namun demikian, hasil uji tersebut belum bisa menyimpulkan bahwa penggunaan obat sirup memiliki keterkaitan dengan penyakit gagal ginjal akut misterius.

Karena selain penggunaan obat sirup, masih ada beberapa faktor resiko penyebab penyakit gagal ginjal akut misterius, seperti infeksi virus, bakeri Leptospira dan sindrom peradangan multi sistem.

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) telah merilis hasil pengujian terhadap 26 sampel obat sirup, dan hasilnya lima obat berikut menunjukkan adanya kandungan cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang melebihi ambang batas. ***

Anda ingin mendapatkan berita update setiap hari dari Gorajuara.com. Ayo gabung di Grup Telegram “Gorajuara.com News”, caranya klik link https://t.me/gorajuaranews, Kemudian join. Langkah pertama install aplikasi Telegram di ponsel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mohamad Arief

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini