GORAJUARA – Selama puasa, kita diharuskan untuk menahan lapar dan haus selama lebih kurang 13 jam.
Durasi waktu puasa yang tidak sebentar mengharuskan tubuh untuk beradaptasi tanpa adanya asupan nutrisi dengan jumlah yang sama seperti sebelum Ramadhan.
Seiring berjalannya puasa, akan terjadi efek positif terhadap metabolisme tubuh. Tidak hanya metabolisme, puasa juga berpengaruh terhadap kesehatan kulit.
Baca Juga: Bisa Yuk! Bulan Ramadhan Tetap Bugar, Inilah Tips Olahraga yang Boleh Dilakukan saat Berpuasa
Dilansir GORAJUARA dari laman web ugm.ac.id, Kepala Departemen Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKKMK UGM, dr. Fajar Waskito, Sp.KK (k)., M.Kes., menyebutkan bahwa ada beberapa pengaruh puasa terhadap kulit.
Selama puasa, secara tidak langsung asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh akan lebih terkontrol.
Tidak adanya asupan tambahan sepanjang hari dapat memicu detoksifikasi atau pembersihan toksin dari dalam tubuh.
Detoksifikasi memberi pengaruh terhadap kulit, dimana kulit akan terasa lebih sehat dan kencang.
Selain itu, puasa juga bisa mengendalikan asupan makanan dengan indeks glikemik yang tinggi.
Contoh makanan dengan indeks glikemik yang tinggi adalah nasi putih, kentang, roti tawar putih, mie, dan lain-lain.
Makanan dengan indeks glikemik tinggi berperan dalam peningkatan kadar gula dalam tubuh. Terutama untuk penderita diabetes, makanan jenis ini memang sebaiknya dibatasi atau dihindari.
Dengan puasa, konsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat terkendali, sehingga kulit akan menjadi lebih sehat.