GORAJUARA - Tragedi mengenaskan kembali terjadi di dunia sepak bola Indonesia.
Sampai saat ini imbas dari kerusuhan yang terjadi di laga Malang vs Surabaya ini sudah memakan 130 korban jiwa.
Tragedi Kanjuruhan terjadi pada 1 Oktober 2022 tepatnya malam hari.
Tragedi Kanjuruhan Malang ini merupakan insiden yang memakan korban jiwa melebihi tragedi Hillsborough yang terjadi 15 April 1989.
Adapun kesaksian terkait tragedi Kanjuruhan dari saksi mata yang selamat dari kerusuhan tersebut.
Saksi mata ini membagikan kisah tragis tersebut melalui cuitan di akun twitternya @RezqiWahyu_05.
Rezqi Wahyu mengatakan bahwa saat dirinya baru saja memasuki stadion para pemain sedang melakukan pemanasan,
acara pun berjalan dengan aman dan tertib hingga kick off pukul 20.00 WIB.
Saat kick off dimulai situasi masih aman terkendali,
walaupun ada supporter Arema yang mulai melontarkan psywar ke arah pemain Persebaya.
Lalu kericuhan kecil mulai terjadi sekitar 2-3 kali di tribun 12-13,
tapi untungnya para petugas keamanan bisa menangani hal tersebut.