Inilah Tingkatan Kemarahan Seseorang Menurut Penjelasan Islam Beserta Cara Mengatasinya

photo author
Merita Dewi, Gora Juara
- Rabu, 24 Agustus 2022 | 13:00 WIB
Ilustrasi tingkatan marah dan cara mengatasinya dalam Islam Keyword: Marah, tingkatan, cara mengatasinya, Islam. (Gorajuara/ dok: Pixabay/ PublicDomainPictures)
Ilustrasi tingkatan marah dan cara mengatasinya dalam Islam Keyword: Marah, tingkatan, cara mengatasinya, Islam. (Gorajuara/ dok: Pixabay/ PublicDomainPictures)

GORAJUARA – Setiap manusia tentunya pernah merasakan marah, entah itu karena tidak senang terhadap sesuatu, dihina atau mendapatkan perlakuan yang tidak pantas.

Ekspresi kemarahan seseorang yang terlihat dari luar berbeda-beda, ada yang refleks membanting barang-barang, nada suara yang tiba-tiba tinggi menghentak, bahkan ada juga yang hanya diam saja.

Di dalam Islam, ada beberapa tingkatan kemarahan seseorang yang dapat diidentifikasi. Simak penjelasannya dalam hadits berikut ini.

Telah menceritakan kepada kami Imran bin Musa Al Qazzaz Al Bashri telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid telah menceritakan kepada kami Ali bin Zaid bin Jud’an Al Qurasy dari Abu Nadlrah dari Abu Sa’id Al Khudri berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Baca Juga: Kontroversi! Mie Gacoan Tak Dapat Sertifikasi karena Menunya Bertentangan dengan Islam

Ingat, anak cucu Adam diciptakan di atas beberapa tingkatan yang banyak. Ingat, di antara mereka ada yang lamban marah dan cepat reda, ada juga yang cepat marah dan cepat reda, maka itu sebagai ganti yang itu (lamban marah lamban reda), maka ingat, diantara mereka ada yang cepat marah dan lamban reda , ingat, yang terbaik dari mereka adalah yang lamban marah tapi cepat reda, ingat yang terburuk dari mereka adalah yang cepat marah dan lamban reda.” {HR. Tirmidzi no. 2191}.

Pelajaran yang dapat diambil dari hadits tersebut yakni:
1. Siapa pun kita, tentu pernah merasakan marah, bahkan mungkin tidak jarang kita merasakan kemarahan dan emosi yang berlebihan.

2. Memang sifat marah merupakan tabiat yang tidak mungkin luput dari diri manusia, karena mereka memiliki nafsu yang cenderung ingin selalu dituruti dan enggan untuk diselisihi.

3. Bersamaan dengan itu, sifat marah merupakan bara api yang dikobarkan oleh setan dalam hati manusia untuk merusak agama dan diri mereka.

Baca Juga: Adab Minum dalam Islam: Apakah Kamu Sudah Mengamalkan Semuanya?

4. Kemarahan dapat membuat seseorang menjadi gelap mata sehingga dia bisa melakukan tindakan atau mengucapkan perkataan yang berakibat buruk bagi diri dan agamanya.

5. Tingkatan kemarahan seseorang bisa digolongkan menjadi empat tingkatan
• Tidak mudah marah, tatkala marah cepat reda
• Cepat marah, cepat reda
• Tidak mudah marah, tapi jika marah sulit reda
• Cepat marah, sulit untuk reda.

6. Orang yang paling baik, orang tidak mudah marah, tatkala marah cepat reda.

7. Sedang yang paling buruk adalah orang yang cepat marah, tetapi sulit untuk reda.
Lantas, apa yang harus kita lakukan ketika sedang marah? Berikut ada 5 hal yang dianjurkan untuk mengatasinya:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wulan Dini

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini