SOREANG, GORAJUARA - Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna menerima bantuan delapan unit kendaraan roda empat (mobil siaga Covid-19) dari coorporate social responsibility (CSR) sejumlah perusahaan di Kabupaten Bandung di Rumah Jabatan Bupati Bandung Soreang, Kamis 16 September 2021.
Tujuh dari delapan unit mobil siaga Covid-19 itu langsung disiagakan di Kecamatan Soreang, Margahayu, Bojongsoang, Cikancung, Solokanjeruk, Pacet, dan Kecamatan Cangkuang yang mewakili 31 kecamatan lainnya.
Satu unit mobil lagi disiagakan di Pemkab Bandung. Semua unit mobil siaga Covid-19 itu untuk percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Bandung.
Baca Juga: Kesadaran Masyarakat Cukup Tinggi, Erwan Kusuma: Sehari Bisa Tercapai 100 Wajib Pajak Lebih
Baca Juga: Eksis di Dunia Hiburan, Oka Sugawa Mulai dari Lupus Hingga Suara Hati Istri
Dadang Supriatna mengatakan, menerima bantuan delapan unit mobil siaga Covid-19 itu, setelah dirinya mengadakan pertemuan dengan sejumlah pengusaha tersebut.
"Ternyata perusahaan-perusahaan tersebut peduli untuk membantu masyarakat Kabupaten Bandung di tengah pandemi Covid-19," ucap Dadang Supriatna kepada wartawan usai menerima bantuan delapan unit mobil siaga Covid-19 dari para pengusaha di Rumah Jabatan Bupati Bandung di Soreang.
Dikatakannya, dari sekian ribu perusahaan yang ada di Kabupaten Bandung, hanya perusahaan-perusahaan tersebut yang lebih tanggap dan peduli untuk memberikan bantuan unit mobil siaga Covid-19.
Baca Juga: Bioskop Sudah Buka, Ini Aturannya Sesuai Perwal Terbaru
Baca Juga: Pelatih Persib Miliki Banyak Pilihan Striker dengan Bergabungnya Geoffrey Menghadapi Bali United
"Bantuan delapan unit kendaraan ini untuk percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Bandung," katanya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan Kabupaten Bandung H. Ruli Hadiana menyatakan, delapan unit mobil siaga Covid-19 bantuan dari para pengusaha itu menjadi aset Pemkab Bandung.
"Mobil tersebut setelah diterima Pak Bupati Bandung dari para pengusaha, kemudian dititipkan ke para camat. Disimpan di kecamatan yang memiliki akses ke beberapa kecamatan. Drivernya sudah ada, dan sudah dianggarkan dari APBD melalui Dinas Kesehatan," katanya.
Baca Juga: Fatayat NU: Perempuan Bersuara Mengawasi JKN-KIS
Baca Juga: Bupati Bandung Apresiasi Perempuan Bersuara Mengawasi JKN-KIS