GORAJUARA – Gempa Turki-Syria yang menyebabkan ribuan nyawa meninggal dunia, disebut merupakan bencana hasil rekayasa teknologi Amerika Serikat.
Salah satu pendapat datang dari seorang peneliti dan juga penulis asal Turki, Haluk Ozdil.
Haluk Özdil menyebut bahwa dua gempa yang terjadi di daerah Kahramanmaraş, senin kemarin merupakan gempa yang dihasilkan oleh Teknologi HAARP.
Baca Juga: Kondisi Turki Terkini pasca Gempa, Korban Terjebak Reruntuhan Meminta Pertolongan
Nama teknologi HAARP kembali muncul, setelah beberapa tahun yang lalu teknologi asal Amerika ini disebut sebagai penyebab gempa yang terjadi pada tahun 1999 di Izmit Turki.
Untuk memberikan penjelasan terkait teknologi HAARP ini, peneliti Haluk Özdil menjelaskan analisanya.
Ia mengatakan bahwa pada hari-hari sebelum gempa Turki-Syria terjadi, juga terjadi gempa di Kağıthane dengan kekuatan 3,1.
Baca Juga: Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan Nyatakan Hari Berkabung Nasional atas Musibah Gempa di Turki
Ia menuturkan bahwa semua ilmuwan gempa menuliskan, bahwa di wilayah tersebut tidak ada garis patahan, sehingga mereka menilai gempa tersebut terjadi secara “tidak alami”.
Ia menambahkan selama bertahun-tahun, apabila mereka membicarakan hal ini akan selalu ada pihak yang menuduh mereka, hanya membuat sebuah Teori Konspirasi.
Seolah membantah tuduhan tersebut, Haluk Özdil pun mengungkapkan bagaimana seorang Frank Hoogerbeets, pada tiga hari yang lalu bisa mengetahui akan terjadi gempa di Turki.
Ia menambahkan bahwa gempa aneh yang terjadi di Kağıthane pun, di awali dengan berlabuhnya kapal Amerika ke daerah itu.
Dimana selanjutnya seorang pakar bernama Ahmet Ercan berkomentar bahwa gempa yang terjadi sungguh “mengejutkan”.