Haluk Özdil menjelaskan bahwa gempa mengejutkan ini terjadi karena adanya frekuensi atau energi dikirim yang mengaktifkan jalur patahan di derah tersebut.
Baca Juga: Gempa Dahsyat Landa Selatan Turki, Sejumlah Negara Siap Kirimkan Bantuan Ke Turki – Syria
Özdil mengingatkan pola ini sama halnya dengan gempa yang terjadi pada tahun 1999 lalu, dimana diawali dengan kedatangan kapal Amerika dan kemudian gempa terjadi.
Ia menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ratusan gempa terjadi di seluruh laut aegea, setelah kapal piring Amerika berlabuh di lautan tersebut.
Ia juga menyebut gempa yang sama pernah terjadi di Kuba, dan Pemerintah Kuba juga menyatakan hal yang sama, yakni keterlibatan teknologi HAARP.
Baca Juga: Turki Dilanda Gempa, 20 Ribu Lebih Orang Tercatat Jadi Relawan Bantu Korban Gempa Turki-Syria
Teknologi HAARP disebut mampu menciptakan peristiwa alam seperti, seperti bisa memecahkan garis patahan dengan akumulasi energi.
Sehingga ia menyebut wajar jika beberapa ahli geofisika yang muncul di media, mengatakan bahwa gempa yang terjadi adalah gempa yang alami.
Haluk Özdil menyebut hal itu karena mereka tidak mengetahui tentang teknologi HAARP ini.***