Sebaliknya, para pemilih utama justru menyukai Prabowo dengan membanjiri akun sosial media pribadinya dengan istilah "gemoy" dan "cute".
"Prabowo berupaya melunakkan citra keras yang ia bangun saat memimpin militer untuk memenangkan puluhan juta pemilih muda yang akan pergi ke tempat pemungutan suara untuk pertama kalinya tahun ini," tambah ulasan tersebut.
"Menjelang pemilu, Prabowo memanfaatkan pengalamannya untuk mendapat citra yang menarik bagi generasi Z dan pemilih milenial di Indonesia," tulis ulasan itu kemudian.
Selain itu, The Qonversations juga menyoroti perjalanan politik Prabowo sebagai studi kasus tentang ketangguhan.
Meskipun mendapat banyak tuduhan di sepanjang kariernya, tak ada satu pun yang kemudian terbukti.
"Para pengkritiknya tidak pernah berhasil mengakhiri karier politiknya," tulis ulasan yang ada.
Sebagai capres, Prabowo disebut berjanji akan menjadi pemimpin yang mengutamakan pertahanan dan keamanan negara.
Perspektif Prabowo mengenai keamanan terbilang menyeluruh.
Dalam hal ini, perspektif itu tidak hanya terbatas pada investasi militer dan pertahanan, tetapi juga terhadap kemandirian dan keberlanjutan.
Baca Juga: Asyik...Program Mungut Sampah dan Dapat Cuan Dari Saham di KCD Wilayah VII
"Meskipun mengakui pentingnya mempertahankan kekuatan militer untuk membela Indonesia dan mengatasi tantangan keamanan saat ini, ia menganjurkan strategi yang lebih komprehensif," tulis The Qonversations.
"Prabowo berpendapat Indonesia perlu mencapai kemandirian di bidang-bidang penting seperti pangan, energi, dan air," ungkap ulasan yang ada.
Pandangan Prabowo terkait keberlanjutan juga disebut penting karena mengedepankan upaya untuk mengentaskan kemiskinan.