Tradisi Azan Pitu Salat Jumat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon, Senjata Sunan Gunung Jati Penangkal Sihir Menjangan Wulung

photo author
Janitra Achmad, Gora Juara
- Jumat, 26 Januari 2024 | 10:00 WIB
Tradisi Azan Pitu Salat Jumat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon (Foto: Humas Disparbud Jabar)
Tradisi Azan Pitu Salat Jumat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon (Foto: Humas Disparbud Jabar)

GORAJUARA - Cirebon bukan hanya terkenal dengan destinasi wisata nya. Namun, salah satu kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Barat ini juga memiliki keragaman budaya.

Bukan hanya beragam, destinasi wisata dan budaya di daerah ini, juga menyimpan banyak keunikan. Salah satunya adalah tradisi Azan Pitu di Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

Azan yang merupakan panggilan bagi umat Muslim untuk menunaikan salat, biasanya dilakukan oleh seorang muazin. Tapi yang terjadi di Masjid Agung Sang Cipta Rasa berbeda dari yang biasanya.

Baca Juga: Cobain Nih Resep Sarapan Shakshouka, Makanan Berbahan Telur dan Tomat dari Afrika Utara, Begini Cara Buatnya

Seperti dilansir dari Disparbud Jabar, di masjid ini terdapat tujuh muazin yang bertugas secara bersamaan ketika mengumandangkan azan untuk Salat Jumat.

Tradisi tersebut bukannya tanpa alasan. Azan Pitu sudah dilakukan sejak zaman kepemimpinan Syekh Syarif Hidayatullah atau juga dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati.

Baca Juga: Waduh! Ternyata di Kaki Gunung Ciremai Terdapat Destinasi Wisata Mirip di Bali, Penasaran Bisa Langsung Lihat dari Dekat...

Beberapa sumber menjelaskan, awalnya azan di Masjid Agung Sang Cipta Rasa hanya dikerjakan oleh satu muazin. Namun musibah datang kepada setiap muazin yang bertugas mengumandangkan azan. Satu per satu dari mereka sakit, dan diduga penyebabnya adalah sihir atau ilmu hitam.

Berbagai upaya dilakukan untuk menangkal sihir tersebut. Tapi usaha yang dilakukan masyarakat kala itu tak kunjung membuahkan hasil. Sampai pada akhirnya Syekh Syarif Hidayatullah mendapat petunjuk dari Allah SWT untuk mengumandangkan azan yang dilakukan tujuh orang sekaligus.

Baca Juga: Hasil Piala Asia: Sejarah! Untuk Kali Pertama Timnas Indonesia Lolos ke Babak 16 Besar, Ini Calon Lawannya

Kisah lainnya menerangkan bahwa pada masa itu ada seorang pendekar bernama Menjangan Wulung yang sering berdiam diri di kubah masjid. Dia tidak senang melihat masyarakat berbondong-bondong memeluk Islam dan mengerjakan salat. Akhirnya Menjangan Wulung menggunakan kesaktiannya untuk menyebar wabah penyakit.

Lantunan azan dari tujuh muazin akhirnya mampu menangkal sihir tersebut. Konon terjadi ledakan di kubah masjid sehingga Menjangan Wulung tak bisa lagi menggunakan ilmu hitamnya.

Baca Juga: Lawang Wangi Creative Space Bandung: Nikmati Kulineran Sambil Melihat Karya Seni dan View Cantik Bukit Dago, Check Lokasinya di Sini

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Janitra Achmad

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini