edukasi

Wow Guru di Era Industri 4.0...Jam Kerja 24 Jam Senin sampai Minggu...

Minggu, 16 Februari 2025 | 09:55 WIB
Bersama Kepala Sekolah Hebat di Jawa Barat

GORAJUARA - "Di era indutri 4.0 jam kerja guru menjadi 24 jam dari senin sampai minggu." ungkap Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. Sekjen DPP AKSI.

Mungkin banyak orang tidak setuju dengan pendapat ini. Jangankan 24 jam setiap hari mengajar 8 jam saja lelahnya sudah luar biasa. Apalagi tenaga honorer dengan gaji di bawah UMR.

Menurut Dr. Toto jam kerja guru 24 jam tidak berarti mengajar selama 24 jam di kelas, tapi guru harus menjadi guru kapan saja dan dimana saja bagi siswa dan masyarakat.

Baca Juga: Siswa Lebih Suka Jam Kosong... Lahirlah Ide Sekolah Full Day Banyak Istirahatnya...

Melihat fakta, konten-konten di media sosial perlu diperbanyak konten-konten edukasi. Ada survey beredar kita termasuk negara bebas berpendapat tapi kurang beradab.

Fakta inilah yang menurut Dr. Toto memaksa guru, kepala sekolah, jam kerjanya harus 24 jam dari senin sampai minggu.  Tidak berarti 24 jam guru harus melek untuk mengajar.

Artinya, guru harus meingkatkan kompetensinya dalam berteknologi informasi. Guru jangan lagi jadi objek hanya nonton video di medsos tapi harus jadi subjek produksi konten pendidikan.

Baca Juga: Konten Kreator Bisa Alami Gangguan Psikologi... Narsisme Gejala Psikologi Berdampak Negatif....

Konten pendidikan yang dibuat guru, bisa berisi tentang materi ajar yang dikemas inspiratif, edukatif, rekreatif, bukan hanya bermanfaat bagi siswa tapi bagi masyarakat.

Agar tidak membebani, konten edukatif yang dibuat tidak perlu secara khusus membuat konten, tapi mencoba menampilkan sisi-sisi baik dari kegiatan-kegiatan pengajaran di sekolah.

Konten-konten edukatif yang akan di upload di media sosial misalnya seperti yang dilakukan oleh guru di Kabupaten Cianjur. Guru mengajarkan cara menyetrika baju di kelas pada anak-anak SD.

Baca Juga: Anak SMP Kelas 9 Terinspirasi Jadi Cinta Baca... Guru Harus Banyak Baca Mengajarkan Membaca...

Kegiatan pengajaran ini, ternya ketika diupload di media sosial mendapat respon positif dari anak-anak dan masyarakat. Menyetrika baju hal sederhana, tapi ini menyadarkan semua orang.

Mengajari anak bisa menyetrika baju, merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap orang. Kemampuan dasar ini merupakan upaya pendidikan melatih kemandirian pada siswa.

Halaman:

Tags

Terkini

Guru Panca Mulia

Jumat, 17 April 2026 | 23:51 WIB