GORAJUARA - Berita tindakan kekerasan penganiayaan yang dilakukan oleh anak pejabat harus menjadi sorotan dunia pendidikan. Kekerasan yang dilakukan orang dipengaruhi pengetahuan.
Hasil riset Sulistyowati (2014) lingkungan dan pengetahuan berpengaruh pada tindak kekerasaan seseorang. Pengetahuan secara positif menjadi faktor pendorong terjadinya kekerasan.
Kepemilikian pengetahuan seseorang berkaitan dengan tingkat literasi. Kemampuan literasi rendah otomatis kepemilikan pengetahuan rendah.
Baca Juga: SMAN 15 Bandung Latih Siswa Jadi Orang Kaya Sejak Dini...
Kepemilikan pengetahuan seseorang akan berpengaruh pada karakter seseorang. Kepemilikan pengetahuan tidak ditentukan oleh status dan kekayaan.
Orang-orang berpengetahuan luas, cenderung punya karakter baik dan emosi terkendali. Orang berpengetahuan luas, cenderung biasa mengendalikan amarah karena masih bisa berdialog.
Orang dengan pengetahuan rendah, cenderung amarahnya tidak terkendali, tidak mampu berdialog, dan keputusannya cepat sekali dalam mengambil tindakan kekerasan.
Baca Juga: SMAN 15 Bandung, Latih Kecerdasan Siswa Melalui Praktek Budaya Upacara Pernikahan
Orang dengan tingkat pengetahuan rendah, daya nalarnya rendah. Pengetahuan yang dikonsumsinya cenderung pengetahuan-pengetahuan kualitas rendah.
Menurut Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd, Kepala SMAN 15 bandung, fakta terjadinya kekerasan yang dilakukan anak pejabat negara, lampu kuning untuk dunia pendidikan.
Dunia pendidikan harus tingkatkan terus menggalakan budaya literasi tinggi. Upaya ini harus menjadi gerakan semesta bagi dunia pendidikan.
Baca Juga: Psikologi Uang, Peserta Didik Perlu Diajari Kelola Uang Sejak Dini...
Pengetahuan adalah bahan bakarnya kemampuan bernalar seseorang. Kemampuan berpikir berhubungan dengan luas dan kualitas pengetahuan yang dimiliki seseorang.
Untuk mengurangi tingkat kekerasan, berkaitan dengan meningkatkan kemampuan literasi dan kualitas bernalar siswa di sekolah. Setiap hari pelajaran harus melatih kemampuan bernalar.