Terakhir, tanggapan positif terkait AI diutarakan oleh Martyn Terpilowski selaku pendiri Bhumi Varta Technology.
Dalam hal ini, Martyn optimis bahwa AI hanya akan menggantikan manusia pada sektor-sektor pekerjaan yang manusia tidak ingin lakukan.
Kepercayaan ini mengingat sejumlah perusahaan AI seperti Open AI dan Chat GPT telah menginvestasikan miliaran dollar Amerika Serikat untuk merugikan manusia.
Martyn berpendapat bila pemerintah seharusnya mendukung inovasi dalam bidang AI.
"Kita harus fokus kepada inovasi dan pemerintah harus mendukung inovasi di bidang AI.
"Sebab, orang akan berinvestasi ke sektor usaha AI adalah dengan tujuan penjaminan yang jelas dari pemerintah bahwa bisnis tersebut dapat bertahan dari generasi ke generasi," ungkap Martyn.
Berkaitan dengan investasi tersebut, Martyn menyoroti soal regulasi yang terbilang sulit.
"Sejauh ini tantangan yang masih ada adalah regulasi yang menyulitkan investor dan perlu disimplifikasi," ungkap Martyn.
Menurut Martyn, Indonesia perlu lebih membuka diri dengan mempermudah investasi dari luar seperti layaknya Vietnam.
"Hingga saat ini, banyak perusahaan teknologi telah berinvestasi di Vietnam seperti contoh salah satunya adalah Intel," pungkas Martyn Terpilowski.***