Kejutan One Piece 1070, Ternyata Ini Alasan Oda Baru Mempertemukan Dragon dan Luffy Setelah 20 Tahun

photo author
- Kamis, 8 Desember 2022 | 19:53 WIB
Berikut kejutan One Piece 1070 mengenai alasan Oda baru mempertemukan Luffy dan Dragon setelah 20 tahun. (Youtube Anime no Mi)
Berikut kejutan One Piece 1070 mengenai alasan Oda baru mempertemukan Luffy dan Dragon setelah 20 tahun. (Youtube Anime no Mi)

Karena seperti yang diketahui Dragon dan Luffy memiliki sifat yang cukup berbeda.

Dragon terlihat lebih konservatif dan memikirkan seluruh tindakannya. Sementara Luffy adalah sosok yang sangat sembrono.

Meskipun begitu saat menjadi pejuang kebebasan, Dragon memang terlihat lebih liar seperti Luffy saat ini.

Tapi seiring bertambahnya usia dan pengalaman, Dragon kini melakukan hal yang berbeda untuk melawan Pemerintah Dunia.

Keduanya tanpa disadari sejak awal telah memusuhi Pemerintah Dunia, seperti saat Luffy di Enies Lobby hingga memukul seorang Tenryuubito.

Luffy dan Dragon juga terhubung dengan suatu kata yaitu kebebasan.

Dragon dahulu adalah seorang pemimpin dari pasukan kebebasan dan Luffy merupakan karakter yang ingin kebebasan.

Sehingga banyak sekali hal yang menghubungkan keduanya selain hubungan ayah dan anak.

Keduanya sudah ditakdirkan untuk bertemu dalam waktu dekat yang kemungkinan besar ini akan terjadi di Arc Egghead.

Saat ini Luffy dan Dragon berada di dua pulau berbeda yang sangat jauh.

Kerajaan Kamabakka berada di Grand Line sementara Pulau Egghead ada di New World.

Menariknya Kuma yang sebelumnya bersama Dragon kini tiba-tiba kabur ke suatu tempat.

Sudah bisa dipastikan jika Kuma kabur ke Pulau Egghead karena dia mengetahui anaknya yaitu Bonney berada di sana.

Kuma dapat mengetahui hal tersebut karena semua pacifista dan seraphim saling berbagi pengelihatan.

Karena Dragon mencoba mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, dia tentu akan mengikut Kuma.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghiffary Zaka Taftazani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini