Namun, putra raja berusaha memenuhi permintaan ayah mereka sebelum kematian menjemputnya.
Baca Juga: Arya Saloka Nyanyikan Lagu Engkau Jauh di Mata Dekat di Doa, Untuk Putri Anne apa Amanda Manopo?
Ketiga putranya, pewaris Djagad Raya Kretek, yakni Lebas, Karim dan Tegar, pergi mencari sosok Jeng Yah.
Upaya pencarian ketiga putra Pak Raja tampaknya merupakan jejak perjalanan dan urusan keluarga sebelumnya.
Perjalanan tersebut mengantarkan mereka bertemu dengan para penggilingan tua dan menemukan asal-usul kretek Djagad Raya hingga menjadi kretek #1 di Indonesia.
Suatu ketika Pak Radja sekarat, dia meminta anak-anaknya untuk menemukan mantan kekasihnya Jeng Yah.
Ketiga anak Pak Radja (Tegar, Karim dan Lebas) kemudian mencari Jeng Yah sesuai permintaan ayahnya.
Dalam perjalanan ini, ketiga anak Pak Radja mengalami banyak kejadian tak terduga yang mengajarkan mereka untuk mengetahui asal usul keluarga mereka.
Baca Juga: Amanda Manopo Sindir Siapa Ya?: Ya Kalau Misal Tidak Bisa Kembali, Kita Coba Bikin Sesuatu yang Baru
Sambil menunggu kematiannya, Soeraja memanggil seorang wanita bernama Jeng Yah yang bukan istrinya.
Hal ini membuat Djagad Raja Kretek sangat marah. Sang ibu (istri Soeraja) juga terbakar cemburu karena permintaan terakhir suaminya adalah menemui Jeng Yah.
Namun ketiga putra Soeraja, Lebas, Karim dan Tegar, terus mencari keberadaan Jeng Yah di pelosok Jawa.
Baca Juga: Nylekit! Arya Saloka Diduga Tanggapi Live Instagram Amanda Manopo atas Keluarnya dari Ikatan Cinta
Dalam perjalanan mencari jejak Jeng Yah, ketiga anak Soeraja dibocorkan informasi dan rahasia keluarga.
Mereka juga bertemu dengan para pekerja Batil (Pelinting kuno) yang menemukan asal usul kretek Djagad Raya menjadi kretek No 1 di Indonesia.