GORAJUARA - Perkembangan informasi yang sedang terjadi ini membuat kita bergelut dengan dunia internet.
Hal ini didukung pula dengan pandemi yang memaksa kita untuk melakukan berbagai macam aktivitas secara online.
Tingginya intensitas kita dalam mengakses dunia online, membuat semua orang menuntut adanya kehidupan di media sosial.
Banyak orang yang kemudian merasa bahwa mendapatkan banyak like, komentar, ataupun subscribe sebagai suatu privilege.
Baca Juga: Demi Amannya PTM Terbatas di Kota Bandung, Sekolah Siap Tes Usap Secara Acak. Ini Mekanismenya
Ketika kita melihat suatu akun memiliki jumlah pengikut yang banyak, subscribers yang berjuta-juta, maka kita akan termotivasi untuk memperoleh hal yang sama.
Motivasi inilah yang kemudian membuat kita untuk menciptakan berbagai macam target, yang harus dikejar dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Belum lagi beberapa tokoh publik yang mengunggah foto-foto dengan kesan mewah.
Unggahan ini bisa saja menjadi dasar bagi beberapa orang untuk membandingkan kehidupan mereka, dengan kehidupan yang ada pada unggahan tadi.
Baca Juga: Pemerintah Pusat Umumkan Bandung Raya Masih Melaksanakan PPKM Level 3, Ini Alasannya
Untuk menyelesaikan permasalahan ini, kita harus belajar untuk menyadari bahwa pada kenyataannya, tidak semua yang kita lihat pada unggahan media sosial sesuai dengan realita.
Selain itu, kita juga harus belajar untuk menerima keadaan diri kita sendiri.
Kita tidak perlu menjadi orang lain. Cukup menjadi diri sendiri.
Jangan sampai postingan tadi memaksa kita untuk menjalani suatu kehidupan yang sangat berkebalikan dengan realita.