GORAJUARA - Terkadang seseorang dengan gangguan mental, akan harus berusaha lebih keras dalam menghadapi masyarakat.
Mungkin hal ini akan menjadi hal yang berbeda, jika keluarga kita sendiri yang mengalami hal tersebut.
Lalu, langkah apa yang harus dilakukan ketika seorang anggota keluarga kita mengalami gangguan mental?
Hal pertama yang harus dilakukan adalah menerima keberadaannya. Bukan hanya menerima secara fisik, akan tetapi penerimaan terhadap apa yang ia rasakan.
Baca Juga: Tak Ada Tawar Menawar, Atlet PON Jawa Barat Harus Pulang dengan Kepala Tegak dari Bumi Cenderawasih
Dengarkan apa yang ingin ia katakan. Jangan paksa ia untuk menyesuaikan diri mereka dengan masyarakat dan bertingkah seolah mereka manusia yang normal.
Jangan pula memaksa mereka untuk meningkatkan ibadah untuk menyelesaikan masalah mental mereka.
Karena di beberapa kasus, permasalahan mental harus diselesaikan dengan pertolongan psikolog.
Setelah menerima keberadaannya, berikan respon positif kepadanya.
Baca Juga: Wagub Uu Ruzhanul Ulum Sebut Jawa Barat Miliki Keindahan Alam, Budaya dan Kuliner yang Unik
Ketika mereka datang pada kita dan menumpahkan semua keluh kesahnya, dengarkan saja.
Jangan sampai kita melarang mereka merasakan apa yang ada di pikiran mereka, dengan mengatakan 'jangan sedih' atau 'jangan marah'.
Karena pada dasarnya ada beberapa hal yang masuk ke dalam given sources. Hal ini berarti hal-hal yang berada di luar kendali kita.
Baca Juga: Tingkatkan Keandalan Listrik PON XX Papua, PLN Gunakan Teknologi SCADA