Kenapa Marvel Mengalami Penurunan Kualitas Efek Visual? Simak Penjelasan dari VFX Artist Ant-Man 3

photo author
M Ilham Wibisono s, Gora Juara
- Jumat, 3 Maret 2023 | 12:48 WIB
Tampilan MODOK yang dinilai memiliki tampilan visual kurang matang (foto: Tangkapan Layar YouTube Beat Street Boy)
Tampilan MODOK yang dinilai memiliki tampilan visual kurang matang (foto: Tangkapan Layar YouTube Beat Street Boy)

GORAJUARA – Ant-Man and The Wasp Quantumania menjadi film pembuka fase kelima Marvel Cinematic Universe, yang ditayangkan mulai 15 Februari lalu. Film ini banyak menampilkan efek visual.

Berlatar tempat di alam Kuantum, film ketiga Ant-Man menampilkan berbagai pemandangan, objek, hingga tokoh dengan gaya psikedelik dan surealis, sehingga Marvel harus mengandalkan VFX artist-nya untuk mewujudkan segala efek visual yang diinginkan.

Namun efek visual yang ditampilkan oleh Marvel dalam film ketiga Ant-Man belum luput dari kelemahan dan dinilai memiliki kualitas visual yang hasilnya terlihat kurang halus.

Baca Juga: Harris Vriza Kembali Muncul dalam Musik Video Terbaru Lyodra, Tiara Andini dan Ziva Magnolya

Sebelumnya, Marvel Cinematic Universe telah menerima kritik dari para pengamat hingga para penggemar tentang semakin banyaknya tampilan efek visual yang terlihat kurang matang dalam berbagai serial dan filmnya di sepanjang fase keempat.

Beberapa contoh proyek fase keempat yang menjadi sasaran kritik efek visual adalah wujud transformasi dalam serial She Hulk, adegan komunikasi jarak jauh Axl dalam Thor Love and Thunder, dan adegan mata ketiga dalam Doctor Strange Multiverse of Madness.

Fase kelima menjadi kesempatan bagi Marvel Cinematic Universe untuk memperbaiki efek visualnya, walaupun kekurangan ini masih sangat terlihat dalam film Quantumania sebagai pembuka fase.

Dilansir dari kanal YouTube IGN pada 2 Maret oleh GORAJUARA, beberapa VFX artist anonim yang pernah dilibatkan dalam proses produksi Marvel mengungkapkan alasan ketidak matangan efek visual yang terjadi.

Baca Juga: Super Cepat! Inilah 3 Karakter Blue Lock dengan Senjata yang Mampu Membuat Mereka Melesat Secepat Kilat!

Alasannya adalah prioritas anggaran. Dalam satu periode waktu, Marvel dapat berada di tengah pengerjaan beberapa proyek sekaligus sehingga memerlukan pengaturan skala prioritas.

Pengaturan skala prioritas ini berupa penempatan sumber daya yang paling baik untuk proyek yang dinilai lebih bagus dibandingkan proyek lainnya dalam satu periode waktu. Contohnya Black Panther Wakanda Forever, yang ditayangkan tahun lalu.

Wakanda Forever menjadi prioritas utama Marvel di periode waktu sebelumnya sehingga anggaran dan sumber daya terbaik dikerahkan untuk proyek film tersebut dibandingkan proyek lainnya.

“Dalam hal prioritas, Wakanda Forever benar-benar berada di urutan teratas. Semua uang digunakan untuk itu. Semua sumber daya terbaik digunakan untuk itu,” jelas seorang VFX artist yang tidak ingin diungkap identitasnya.

VFX artist tersebut juga memberikan contoh kecil alasan dari prioritas tersebut dan dampaknya terhadap Quantumania sebagai proyek film di periode waktu yang datang setelah Wakanda Forever.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Janitra Achmad

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini