GORAJUARA - Seorang ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, beberapa waktu lalu memberi pandangan mengupas gempa bumi Cianjur yang terjadi pada 21 November 2022 lalu.
Dalam wawancara bersama salah satu stasiun televisi, Danny Hilman Natawidjaja selaku Profesor Riset BRIN bidang Ilmu Kebumian memberikan pandangan mengenai sumber gempa bumi Cianjur.
Pandangannya dalam mengupas gempa bumi Cianjur menjelaskan bahwa terjadinya bencana alam tersebut karena sumber gempa berada di darat dari satu sesar aktif di dekat Cianjur yang belum terpetakan sebelumnya.
Baca Juga: Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas, Masyarakat Diminta Tidak Terpancing Berita Tak Bertanggungjawab
"Jadi ini satu sumber gempa ini belum kita ketahui sebelumnya," papar Danny Hilman pada 22 November 2022 lalu.
Ia juga menjelaskan bahwa titik asal gempa bumi Cianjur bukan berasal dari pergerakan Sesar Cimandiri.
“Memang dekat dengan jalur Sesar Cimandiri yang sudah dikenal sejak lama ya. Tapi itu bukan di Sesar Cimandiri,” jelas Danny Hilman.
Menurut Danny, gempa bumi tidak dapat diprediksi tapi justru persiapan lah yang harus dilakukan.
Danny Hilman menilai ada beberapa hal yang harus dipersiapkan mengantisipasi gempa bumi susulan.
Persiapan tersebut menurutnya dinilai dari aspek penting, baik di tata ruang ataupun yang lebih penting lagi adalah di kode bangunan yaitu struktur bangunan yang tahan gempa.
“Kebanyakan kerusakan terjadi penyebabnya adalah struktur bangunan yang tidak tahan gempa. Strukturnya tidak baik,” jelas Danny Hilman.
Sudah terbukti apa yang diprediksi oleh Danny Hilman, bahwa gempa bumi susulan akan terjadi tetapi tidak akan berlangsung lama,